RADAR JOGJA – Setiap tahun di musim kemarau, beberapa daerah di Kabupaten Gunungkidul mengalami kekeringan. Salah satunya adalah Dusun Tungu, Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang. Hal ini mengundang kepedulian JNE untuk membantu warga Tungu yang dilanda kekeringan.

JNE Jogjakarta melakukan dropping air bersih dan sembako bagi warga Tungu, Selasa (8/9). Sebanyak 50 tangki air bersih atau 250.000 liter dibagikan untuk 1068 jiwa di 10 RT.  Sebanyak lima unit wastafel yang ditempatkan pada fasilitas umum di dusun Tungu yaitu Balai Desa, Sekolah dan Masjid. Fasilitas ini disediakan agar masyarakat semakin rajin mencuci tangan sebagai salah satu bentuk pencegahan Covid-19.

Cuci tangan setelah menerima bantuan sembako dari JNE. (JNE FOR RADAR JOGJA)

Selain itu, 65 paket sembako juga diberikan kepada warga kurang mampu yang terdampak Covid-19. Seluruh bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dusun Tungu Suprihatin, didampingi perangkat desa setempat.

Head Of Regional Jateng-DIJ Marsudi turut hadir dan mengapresiasi kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh JNE Jogjakarta. Dia menghimbau warga untuk menjalankan protokol kesehatan. Mulai dari hal terkecil yakni membiasakan keluarga untuk cuci tangan.

Kepala Cabang JNE Jogjakarta Adi Subagyo berharap bantuan dari JNE ini bermanfaat dan JNE diberikan kelancaran dan kemudahan dalam mengemban amanah masyarakat.

“Mungkin bagi teman-teman yang turut serta dalam bakti sosial hari ini air bukanlah sesuatu yang berharga karena bisa kita dapatkan melimpah, namun bagi warga disini air sangat berharga karena untuk satu tangki air 5000 liter mereka harus mengeluarkan biaya 150 ribu rupiah” jelas Adi.

Suprihatin mewakili warga Tungu menyampaikan apresiasinya kepada JNE atas bantuan yang diberikan. Dia mengungkapkan, awalnya dia berinisiatif untuk mengajukan bantuan ke JNE Jogjakarta setelah melihat tahun lalu ada dusun tetangga yang mendapatkan bantuan air bersih.

“Setiap musim kemarau warga Tungu harus membeli air bersih, karena kami bergantung pada air hujan. Namun tahun ini warga kami semakin kesulitan karena beberapa kehilangan penghasilan karena Covid-19,” ungkapnya. (sce/tif)

Gunungkidul