RADAR JOGJA – Mantan anggota DPRD Gunungkidul tersandung kasus memalukan. Dia disebut-sebut suka ngutil di pasar tradisional. Aksinya terbongkar saat mencuri pisang mentah milik pedagang.
Kejadian tersebut berlangsung di Pasar Argosari, Wonosari dini hari Senin (24/8). Beruntung tidak ada aksi massa. Kemarahan pedagang berhasil diredam, setelah pelaku diamankan petugas pasar.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, mantan wakil rakyat masa bakti tahun 2004 – 2009 – 2014, itu beriniisal AR (Agus Riyanto), 45. Mantan kader PAN tersebut sebelum dipecat juga sempat tersandung kasus asusila.

Nah, dalam perkara pisang kemarin korbannya mbah Tris, warga Kalurahan Baleharjo Kapanewon Wonosari. Pedagang pisang di los Pasar Argosari Wonosari itu mendapat laporan pembantunya bahwa ada seseorang mantan anggota dewan sering mengambil pisang, namun tidak membayar.
“Saya memang kenal dengan AR yang merupakan mantan anggota DPRD. Namun saya tidak pernah memberikan izin dia untuk mengambil pisang dagangan,” kata mbah Tris.

DIAMANKAN – Terduga pelaku pencurian pisang Agus Riyanto saat dimintai keterangan para pedagang Pasar Argosari, Wonosari (24/8)( ISTIMEWA )

Meski harga pisang tidak seberapa namun prilaku ngutil sangat meresahkan, terlebih dilakukan lebih dari satu kali. Diakui harga pisang kepok satu sisir hanya Rp 20 ribu tapi lama kelamaan membuat jengkel pedagang.

Dalam beberapa malam terakhir sejumlah pedagang juga mengaku menjadi korban pencurian. Tidak hanya pisang, tetapi ada warung sembako juga kehilangan 2 karton minyak goreng. ”Tidak tahu siapa pelakunya,” ujarnya.
Saat itu juga pelaku langsung diamankan oleh para pedagang. Bahkan kasus ini sempat hendak dilanjutkan ke proses hukum. Akan tetapi karena sejumlah pertimbangan diselesaikan secara kekeluargaan.

Sementara itu, Kapolsek Wonosari, Kompol Mugiman membenarkan kejadian tersebut. Modus pelaku mengambil pisang dengan dalih dibayar esok hari. “Tapi pelaku mengambil tanpa sepengetahuan korban,” kata Mugiman.

Mantan Kapolsek Patuk mengakui, kasus ini sempat dilaporkan untuk diproses hukum tapi tidak dilanjutkan. Dasarnya Peraturan Mahkamah Agung No.2/2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP. Di dalam peraturan dijelaskan bahwa kerugian pencurian dibawah Rp 2,5 juta bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
“Sedangkan didalam kasus ini kerugian hanya mencapai Rp 20 ribu. Sudah kami mediasi dan kedua belah pihak mau menyelesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris DPD PAN Gunungkidul, Anwarudin tidak menampik Agus sempat menjabat anggota DPRD dari fraksi PAN sebanyak dua kali. Meski demikian, selama menjadi wakil rakyat tidak pernah menjabat penuh di setiap periodenya. “Untuk jadi anggota DPRD periode 2004-2009 melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW),” kata Anwarudin.

Di periode terakhir AR terpaksa dilakukan PAW karena tersangkut kasus pencabulan anak di bawah umur. Lantas diperhentikan dari anggota dewan di 2011.”Sekarang dia juga bukan dari bagian dari PAN karena sudah keluar sejak lama,” ucapnya. (gun/bah)

Gunungkidul