RADAR JOGJA – Menurut BMKG, bulan ini memasuki puncak musim kemarau. Di Gunungkidul, sejumlah wilayah kesulitan air bersih. Berdasarkan hasil pemetaan pihak terkait, Kapanewon Girisubo menjadi wilayah paling parah terdampak perubahan cuaca.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, sejumlah sumber air dan bak penampungan air milik warga di Kapanewon Girisubo sudah mengering.

Mengunakan anggaran kedaruratan pihaknya mulai menyalurkan bantuan dropping air. “Dropping air juga dilakukan di kapanewon lain yang telah mengajukan permohonan bantuan air bersih, seperti Rongkop, Ponjong, Ngawen, Panggang, Purwosari, Semanu dan Tanjungsari,” ujarnya, Selasa(18/8).

Menurut dia, pelaksanaan dropping air berlangsung sejak awal musim kemarau ini. Tepatnya pada akhir Juli 2020. BPBD sendiri telah mengalokasikan anggaran melalui APBD kabupaten sebesar Rp 740 juta untuk keperluan droping air. Pos dana itu juga termasuk operasional truk pengangkut tangki air dan yang lain. “Alokasi dropping air sebanyak 2.000 tangki,” ujar Edy.

Lebih jauh dikatakan, selain delapan prioritas penanganan kapanewon ada beberapa kapanewon lain telah melaporkan potensi kekeringan tapi belum mengajukan bantuan, sehingga pihaknya belum melakukan dropping air. “Dampak musim kemarau tahun ini sebenarnya belum separah tahun lalu,” ungkapnya.

Berdasarkan data total jiwa terdampak pada tahun ini lebih sedikit dibandingkan 2019. Hingga pertengahan Agustus 2020, tercatat ada 94.000 jiwa terdampak kekeringan di Gunungkidul. Sedangkan pada pertengahan Agustus tahun lalu, jumlah jiwa yang terdampak menembus 100.000 jiwa. “Dan untuk saat ini status kami belum darurat (kekeringan), tapi masih siaga,” ucapnya.

Sementara itu Panewu Girisubo Agus Riyanto mencatat, warga terdampak kekeringan di wilayahnya sebanyak 11.675 jiwa atau 3.311 Kepala Keluarga (KK). Hampir semua kalurahan telah mengajukan permintaan dropping air bersih kepada BPBD Gunungkidul.”Mulai akhir Juli melalui dana kapanewon juga mulai melaksanakan dropping air bersih,” kata Agus Riyanto. (gun/pra)

Gunungkidul