RADAR JOGJA – Aparatur Sipil Negara (ASN) terdeteksi terlibat dalam politik praktis Pilkada 2020 di Gunungkidul. ASN tersebut tercatat sebagai Liaison Officer (LO) atau penghubung bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati melalui jalur perorangan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul Tri Asmiyanto mengatakan, saat ini sedang melakukan penelusuran terkait dugaan keterlibatan oknum pejabat negara dalam pilkada. Kasus tersebut menjadi temuan. “Kami akan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan,” kata Tri Asmiyanto saat dihubungi Rabu (5/8).

Berdasarkan informasi awal, ASN itu bukan berasal dari lingkungan Pemkab Gunungkidul. Hanya berdomisili di wilayah Kapanewon Playen, akan tetapi lingkup kerjanya di Jogjakarta. “Jadi, ini memang temuan (dugaan keterlibatan ASN) dalam politik praktis,” ujarnya.

Bawaslu juga belum bisa menyampaikan secara detail langkah lanjutan bawaslu karena masih berproses mengkonformasi pihak terkait. Meski enggan menyebut jadwal agenda pemanggilan kepada yang bersangkutan, namun dilakukan sesegera mungkin.“Informasinya kan masih simpang siur ya. Nah, kepastiannya akan kami klarifikasi nanti,” ucapnya.

Dia memastikan jika ditemukan pelanggaran tentu akan ada ada sanksi yang rekomendasinya melalui instansi terkait. Sanksi dijatuhkan sesuai dengan aturan seperti disiplin berat, sanksi disiplin ringan, ada sanksi disiplin sesuai kode etik yang berlaku. Seperti penurunan pangkat, diberhentikan dari jabatan, penundaan pangkat hingga pemecatan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani ketika dikonformasi membenarkan dugaan keterlibatan ASN dalam politik praktis di Gunungkidul. Dia juga mengakui abdi negara tersebut namanya masuk dalam data LO bapaslon perorangan. “Informasi tersebut saya sudah dengar. Ranahnya bawaslu untuk menindaklanjuti, karena obyek pengwsan di bawaslu,” kata Ahmadi Ruslan Hani.

Terkait tahapan pilkada, kata dia, sekarang memasuki tahap verifikasi administrasi (vermin) berkas perbaikan dukungan bapaslon independen. Hari terakhir penyerahan berkas perbaikan pasangan Anton-Suparno menyerahkan sebanyak 40.349 pedukung, sedangkan pasangan Kelick-Yayuk menyerahkan sebanyak 51.021 pendukung. (gun/pra)

Gunungkidul