RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul, menargetkan minggu ini seluruh objek wisata  (obwis) pantai dibuka. Prosedur operasional diawali dengan uji coba secara bertahap. “Target uji coba itu dari internal kami. Namun faktor eksternal misalnya terjadi zona merah ada peningkatan signifikan bisa saja mengubah rencana itu,” kata Sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono Senin  (6/7).

Dia menjelaskan, uji coba operasional obwis Pantai Selatan tetap dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Sejauh ini yang telah melakukan uji coba kawasan pesisir meliputi Pantai Baron dan Kukup.Tapi dalam praktiknya pengunjung tidak hanya ke Baron dan Kukup. “Mereka menyebar ke pantai lain. Padahal belum ada uji coba,” ujarnya.

Meski demikian dampak positifnya kepadatan dua pantai itu bisa dipecah. Pihaknya memastikan telah melakukan sosialisasi kepada pengelola maupun kelompok sadar wisata (pokdarwis) terkait dengan protokol kesehatan itu.“Kami sudah melakukan konsolidasi dan sosialisasi kepada masyarakat menyangkut kesiapan penerapan uji coba,” ucapnya.

RADAR JOGJA FILE

Dalam catatan petugas, pengunjung pada akhir pekan lalu di kawasan pantai membeludak hingga melebihi batas maksimal 7.000 orang. Hary berharap wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan pantai membawa peralatan ibadah sendiri, menggunakan masker, dan tetap menjaga jarak.“Harapannya semua sehat, dan tidak terjadi klaster baru (covid-19) di kawasan wisata,” ucapnya.

Untuk diketahui, kawasan pantai di Gunungkidul memiliki panjang kurang lebih dari 70 kilometer dengan berbagai potensi keunikan. Sejak pandemi virus korona menerjang aktivitas piknik ditutup sementara. “Pekan ini secara bertahap pengunjung bisa datang ke kawasan pantai lain dari Pantai Siung, Nglambor, hingga kawasan wisata Watu Gupit,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik rumah makan ‘Drini Indah’ di Kawasan Pantai Drini, Yanto berharap kepad pemerintah agar memberikan dukungan terhadap sarana dan prasarana dalam menyambut new normal. Misalnya, keberadaan fasilitas papan imbauan.“Kami juga juga menyiapkan secara mandiri seperti kacamata, masker, hingga desinfektan untuk membersihkan lokasi warung dan restoran,” kata Yanto. (gun/din)

Gunungkidul