RADAR JOGJA – Tim medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gunungkidul melakukan penjemputan terhadap seorang warga di Kalangan, Kalitekuk, Semin. Pria 54 tahun itu, dinyatakan positif terinfeksi virus korona.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penambahan kasus positif covid. Jika sebelumnya 51, sekarang bertambah menjadi 52. “Dari hasil penelusuran, pasien positif covid tersebut baru pulang dari Jawa Timur,” kata Dewi Irawati saat dihubungi Selasa (30/6).

Dia menjelaskan, pasien dijemput tenaga medis di tempat tinggal keluarganya kemarin pagi untuk dibawa ke rumah sakit rujukan. Sebagai upaya pencegahan penyebaran covid, bersama dengan tim melakukan tracking atau penelusuran. Muncul informasi pasien pulang dari Jawa Timur karena ibunya sedang sakit. Selang beberapa hari sang ibu meninggal dunia. “Tracing untuk memetakan pasien pernah kontak langsung dengan siapa saja,” ujarnya.

Disinggung mengenai Rapid Diagnostic Test (RDT) masal di wilayah terkait, Dewi belum mengiyakan namun dia memilih kata tracking sebagai tindaklanjut. Dengan demikian, potensi penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan. “Secara akumulatif sudah 836 spesimen diambil, 756 dinyatakan negatif, dan 28 lainnya masih dalam proses,” ucap juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gunungkidul itu.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Sumitro mengungkapkan sampai saat ini Gunungkidul tergolong Zona Orange. “Artinya masih dalam resiko sedang untuk penularan Covid-19,” kata Sumitro.

Terdapat tiga kapanewon yang berada di Zona Orange yaitu Wonosari, Karangmojo, dan Playen. Zona Hijau berada di Gedangsari, Tepus, Rongkop, dan Girisubo lantaran tidak ada kasus. Sementara 11 kapanewon lainnya tergolong Zona Kuning. “Total ada 5.394 orang menjalani RDT dan 538 di antaranya dinyatakan reaktif secara akumulatif,” ungkapnya. (gun)

Gunungkidul