RADAR JOGJA – Di tengah pandemi virus korona, Pemkab Gunungkidul tetap konsisten dalam menjaga lumbung pangan. Meski harus melakukan banyak penyesuaian mengacu pada protokol kesehatan Covid-19.

Pada sektor pertanian, Gunungkidul tetap eksis menunjukkan hasil pertanian melimpah. Sejumlah komoditas mengalami surplus. Produksi hasil panen dalam satu tahun melebihi kebutuhan masyarakat itu sendiri. ”Artinya, cadangan makanan lebih dari cukup,” kata Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi kemarin (24/6).

Dijelaskan, misalnya hasil panen gabah tahun ini mencapai 270.000 ton, kebutuhan konsumsi untuk seluruh warga Gunungkidul hanya 65.000 ton. Kondisi surplus, masih ditambah lagi dengan hasil panen ketela, kacang, jagung dan lain-lain. “Meski demikian, kami meminta masyarakat agar mulai membiasakan diri menjalankan karakter sosial baru, salah satunya dengan menghemat cadangan bahan pangan,” jelasnya.

Kemudian untuk komoditas jagung, pada musim tanam kedua tahun ini luas lahan mencapai 5.827 hektar. Sejumlah wilayah mulai memasuki musim panen, seperti di Kelurahan Bleberan, Kapanewon Playen. “Kami mendorong masyarakat agar bersama-sama mengantisipasi dampak Covid 19, salah satunya dengan memanfaatkan peluang dan potensi seperti pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pertanian paling tangguh di tengah situasi pandemi virus korona. Hasil panen perdana di Bleberan kemarin cukup menggembirakan. Panen raya jagung hibrida di pekarangan warga dapat dihitung dari ubinan.
Sementara itu, Dukuh Bleberan, Sumaryarto mengatakan, warga menanam jagung pada lahan 15 hektare. Hasil ubinan dicapai 6,2 ton per hektar pipil kering. Agar hasil dapat lebih optimal pihaknya berharap dukungan infrastruktur air. “Karena sayuran dan padi sawah juga prospek,” kata Sumaryanto.

Dibagian lain, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, panen perdana di Dusun Bleberan, hasil panen cukup baik dicapai 6,2 ton per hektar. “Jika harga jagung Rp 3.500 per kilogram maka setiap satu hektar akan didapat Rp. 21.700 .000,- per hektar,” kata Bambang. (gun/bah)

Gunungkidul