RADAR JOGJA – Kawanan kera ekor panjang mulai turun ke lahan pertanian di Kapanewon Tanjungsari, Saptosari dan Tepus. Batang tanaman dirusak sehingga berpotensi memicu gagal panen.

Meminimalisir kerugian, petani berupaya maksimal mengusir binatang dengan nama latin Macaca fascicularis tersebut dengan peralatan seadanya. Jogo Boyo (Kemanan desa) Kalurahan Kemadang Daldiyo mengatakan, setiap hari monyet ekor panjang berjumlah ratusan menyerbu lahan dan menjarah tanaman siap panen.

Dibanding kalurahan lain di Kapanewon Tanjungsari, wilayahnya paling parah. Menurut dia, serangan kera ekor panjang sudah berlangsung sejak lima sampai enam tahun terakhir. “Biasanya monyet turun gunung pada saat mendekati musim panen panen kacang. Kawanan monyet datang bergerombol hingga 50 an-ekor,” kata Daldiyo saat dihubungi Selasa (23/6).

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

Dia menduga, kawanan kera ekor panjang turun gunung karena makanan di habitatnya mulai habis. Semula bermukim di sisi utara Pantai Baron, sekarang pindah ke kawasan timur. Kera ekor panjang biasanya menyerang pada pagi dan malam hari sebelum petani tiba di ladang. “Warga tidak berani membunuh atau melukai kera. Biasanya ditakut-takuti menggunakan mercon (petasan) atau dengan terikan,” ungkapnya.

Bagi petani yang memiliki ladang terbatas cukup memasang jaring pengaman. Akibat serangan kawanan kera ini, kerugian petani ditaksir cukup banyak, karena serangan hampir merata di kawasan Kalurahan Kemadang.

Sementara di Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari juga demikian. Lurah Kepek, Suhut mengungkapkan, dari total enam padukuhan, hampir semuanya mengalami serangan monyet ekor panjang. “Paling parah sebelah utara JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan), Dusun Sumuran dan Kepek,” kata Suhut.

Atas kejadian tersebut pihaknya sudah melapor ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul. Namun hingga sekarang belum sepenuhnya ditindaklanjuti.

Terpisah, Kepala DPP Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengaku telah melakukan pemantauan di kawasan Tepus bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ. Hasil pantauan lapangan monyet menyerang spot-spot tanaman ubi kayu. “Kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meredam serangan monyet ekor panjang,” kata Bambang Wisnu Broto. (gun/pra)

Gunungkidul