RADAR JOGJA – Akhir pekan wisatawan berpondong-bondong mengunjungi objek wisata (obwis) di Gunungkidul. Karena belum dibuka, mereka diminta putar balik. Seperti kejadian di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran.

Bagian Pemasaran, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Heru Purwanto mengatakan, sejumlah persiapan menyambut kedatangan wisatawan telah dilakukan. Minggu lalu dari dinas pariwisata kabupaten melaksanakan simulasi menyesuaikan dengan protokol kesehatan. “Untuk kawasan Gunung Api Purba telah melaksanakan tahapan persiapan beroperasi. Setelah minggu lalu simulasi pada 24 Juni uji coba selama tujuh hari,” kata Heru Purwanto.

Pihaknya memastikan sampai dengan saat ini belum membuka destinasi wisata. Pintu masuk ke tiga objek masing-masing Gunung Api Purba, Embung dan air terjun Kedung Kandang masih tertutup untuk umum. “Pintu masuk masih diportal,” ucapnya.

Mewakili pengelola dia meminta maaf kepada pengunjung yang telah berdatangan. Demi kemananan dan kenyamanan bersama, hingga beberapa hari kedepan belum dapat dikunjungi alias ditutup. Menurutnya, kesehatan masyarakat sangat penting sehingga meminta pengunjung agar bersabar untuk menikmati liburan. “Sekarang (kemarin) sudah banyak pengunjung. Tapi karena bulum dibuka kami minta balik,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dispar Kabupaten Gunungkidul Hari Sukomo mengaku sedang bersiap melakukan tahap uji coba di empat destinasi wisata. Meliputi Kalisuci, Gunung Api Purba, Pantai Baron dan Kukup. Pada tahap uji coba, akses wisata dibuka untuk umum namun dengan berbagai pembatasan. “Uji coba pertama besok (hari ini) di Kawasan Kalisuci dengan memperhatikan ketentuan umum dan persyaratan pengunjung,” terang Hari.

Diantara ketentuan umum, maksimal pengunjung seratus orang per hari atau 50 persen dari kapasitas, menyusun dan menginformasikan protokol kesehatan kepada wisatawan dan pelaku wisata. Kemudian syarat untuk pengunjung, wajib memberikan identitas lengkap dan mematuhi peraturan ketentuan yang ada.

Terpisah, Koordinator Pokdarwis Kalisuci Winarto juga mengatakan, sesuai protokol kesehatan pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga kebersihan, hingga meminimalisir kontak dengan benda-benda yang berpotensi jadi media penularan. “Nanti dalam proses susur gua, satu kelompok dibatasi maksimal sepuluh orang. Jarak atau interval waktu antar kelompok sekitar 20 menit,” kata Winarto. (gun/bah)

Gunungkidul