RADAR JOGJA – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK online dibuka serentak sejak 2 Juni 2020. Tapi metode pendaftaran melalui media daring belum sepenuhnya dipahami wali murid.

Kepala Balai Pendidikan dan Menengah (Dikmen) Kabupaten Gunungkidul, Sangkin mengatakan, di tengah pandemi virus korona semua proses PPDB banyak dilakukan secara online. Tahapan dapat diakses melalui situs resmi ppdb.jogjaprov.go.id. “Tahapan PPDB  meliputi input data calon pelajar, pengurusan rekomendasi prestasi, hingga pengambilan token pendaftaran ke sekolah tujuan,” kata Sankin saat dihubungi Senin(15/6).

Karena PPDB mengikuti protokol kesehatan pengendalian Covid-19, pengambilan token juga jarak jauh. Orang tua atau wali murid cukup mengunggah dokumen persyaratan seperti ijazah hingga kartu keluarga ke situs resmi tersebut. “Jauh hari kami meminta ke setiap sekolah agar melakukan sosialisasi petunjuk teknis (juknis) online PPDB ke para orang tua dan wali calon pelajar,” ujarnya.

Hanya saja, media daring belum sepenuhnya efektif. Terbukti saat tahap input data calon pelajar dari luar DIJ 8-10 Juni 2020, para orang tua tetap datang ke sekolah.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Wonosari, Ahmad Damadi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kendala PPDB online. Selain bingung, persoalan jaringan internet membuat orang tua nekat datang ke sekolah. “Mereka (orang tua murid) mengaku bingung, terutama cara mengunggah file ke situs resmi sehingga memilih datang langsung ke sekolah,” kata Ahmad Damadi.

Konsultasi PPDB online melalui grup percakapan sebenarnya disediakan. Akan tetapi karena begitu banyaknya pertanyaan, sekolah memutuskan membuka posko pelayanan di sekolah. Agar tetap kondunsif ditengah pandemi, jumlah loket perbanyak.

Untuk diketahui, PPDB SMA/SMK sederajad tahun ini menerapkan empat jalur penerimaan dengan kuota pelajar masing-masing. Jumlah kuota menyesuaikan kapasitas masing-masing sekolah. Ke empat jalur PPDB meliputi zonasi kuota 55 persen, afirmasi 20 persen, prestasi, 20 persen, dan terakhir perpindahan orang tua lima persen. (gun/bah)

Gunungkidul