RADAR JOGJA – Sejak digulirkan, program Kartu Prakerja sudah memasuki pendaftaran gelombang ke empat. Di Gunungkidul ribuan orang telah mengantongi kartu tersebut dan berhak atas pelatihan termasuk insentif. Tapi diyakini hanya yang memiliki koneksi internet.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, kepesertaan warga mengikuti program tidak ada batasan kuota. “Total saat ini ada 1.801 warga mengantongi Kartu Prakerja,” kata Ahsan Jihandan saat dihubungi Selasa (9/6).

Dia merinci, pada gelombang pertama jumlah pendaftar sebanyak 472 orang. Kemudian memasuki gelombang kedua ada lonjakan peserta menjadi 818 orang. Kemudian gelombang ketiga menurun jadi 511 warga. “Gelombang empat pada bulan ini pendaftaran belum dibuka oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Meski tidak memiliki data pasti sebaran wilayah peserta program Kartu Prakerja, pihaknya meyakini sebarannya berada di luar wilayah blank spot. Karena pendaftaran dilakukan secara online, secara otomatis jaringan internet sangat penting.

Pendaftaran program Kartu Prakerja sendiri sudah berlangsung sejak April 2020. Tujuannya untuk membantu masyarakat terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau terdampak mata pencahariannya akibat pandemi Covid-19. “Dengan ikut program Kartu Prakerja, masing-masing peserta mendapatkan pelatihan, kemudian ada uang insentif Rp 600 ribu untuk empat bulan, dan uang survei kerja Rp 150 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang pendaftar program Kartu Prakerja, Reni Kurniati mengaku ikut pada gelombang kedua. Dia mendaftar lantaran terkena gelombang PHK. Selama ikut program itu, pihaknya mendapatkan pelatihan secara online, salah satunya bagaimana cara membuat Curriculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup) menarik. “Selain pelatihan saya juga mendapat insentif tahap pertama di bulan Mei kemarin,” kata Reni.

Mengenai isentif, dia menerima uang berupa saldo sebesar Rp 1 juta. Dana tersebut digunakan untuk pelatihan yang dipilih secara bebas. Insentif sendiri diberikan setiap bulan. Menurut dia, insentif terus mengalir hingga empat bulan ke depan. (gun/pra)

Gunungkidul