RADAR JOGJA – Warga Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo mulai menutup diri dari dunia luar. Ratusan kepala keluarga (KK) melakukan isolasi mandiri karena pernah kontak langsung dengan pasien positif.

Kepala Desa Bejiharjo, Yanto mengatakan, karantina mandiri berawal dari keluarnya hasil medis terhadap dua penduduk setempat yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona akhir pekan lalu. Mereka perantau dan pulang kampung pada lebaran lalu.“Sebagai langkah antisipasi lebih dari 250 kepala keluarga yang melakukan isolasi mandiri,” kata Kades Bejiharjo saat dihubungi kemarin (5/6).

Selama dikarantina pemerintah desa menjamin seluruh kebutuhan hidupnya. Bantuan logistik berasal dari anggaran desa dan anggaran padukuhan. Setiap keluarga setiap hari dijatah makanan. Selain itu mendapatkan bantuan dari pihak ketiga. “Tidak hanya bantuan makanan untuk orang, termasuk ternak juga diberi makan. Harapan kami ketika kebutuhan dasar terpenuhi bisa tenang,” ungkapnya.

Isolasi mandiri sendiri dimulai sejak munculnya klaster baru di Bejiharjo. Mengetahui dua orang positif korona berprofesi sebagai pedagang ikan, tracing diperluas. Dari total warga yang dirapidtes 12 di antaranya reaktif.
Sementara itu, Dukuh Bulu, Agung Subekti mengaku telah mengkondikasikan warga agar berasama-sama mencari pakan ternak. Belasan anak muda disiagakan. Hanya saja dalam perkembangannya kualahan.“Ternak warga yang menjalani isolasi cukup banyak. Tapi kami semangat untuk membantu sesame,” kata Agung.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul Eri Agustin bersama dengan rombongan mengunungi Desa Bejiharjo untuk melakukan pemantauan lapangan. Menurut dia sampai saat ini kebutuhan masyarakat mencukupi. “Penyaluran bantuan cukup baik. Kami juga menyalurkan sayuran yang berasal dari petani di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan,” kata Eri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, rapid test massal di Desa Bejiharjo berlangsung pada Selasa, (2/6). Dari 271 orang yang di-tracing dan diperiksa RDT hasilnya sembilan orang reaktif. “Hari ini belum menerima laporan,” kata Dewi. (gun/pra)

Gunungkidul