RADAR JOGJA – Penghuni rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Karangrejek, Wonosari mendapatkan keringanan. Selama tiga bulan mereka tidak dibebani iuran sewa alias gratis.

Kepala Dinas Pekerjaaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan, kebijakan diambil untuk merespons penghuni masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak pandemi korona. ” Dimulai Mei hingga Juli tahun ini,” kata Eddy Praptono Senin (1/6).

Lebih jauh dikatakan, minat warga menyewa rusunawa cukup tinggi. Pemkab mengusulkan pembangunan rusunawa baru di Tawarsari, Wonosari ke pemerintah usat. ”Tinggal menunggu persetujuan,” jelasnya.

Rusunawa cukup membantu masyarakat dengan berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian layak. Hanya, memang pemakaian sewa dibatasi jangka waktu maksimal enam tahun. Diharapkan pada saat tinggal di rusunawa, penghuni bisa menabung dan setelah keluar dapat membangun rumah sendiri. ”Inilah kenapa harga sewa lebih miring,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusunawa Karangrejek, Maryanto mengatakan, penggratisan biaya sewa rusunawa dituangkan dalam peraturan bupati. Diharapkan kebijakan pemkab dapat meringankan penghuni rusunawa. “Pembebasan iuran sewa sudah berjalan,” kata Maryanto.

Diakatakan, ada sekitar 170 penyewa rusunawa. Biaya sewa tergantung dengan lantai tempat tinggal. Lantai satu khusus difabel dengan beban sewa Rp 75 ribu per bulan. Sedangkan lantai dua sewa Rp 175 ribu, lantai tiga Rp150.000, lantai empat Rp 125 ribu dan lantai paling atas Rp 100 ribu per bulan. “Tapi karena adanya korona digratiskan selama tiga bulan,” ungkapnya. (gun/bah)

Gunungkidul