RADAR JOGJA – Mobilitas warga luar daerah yang akan berkunjung ke Gunungkidul mulai diperlonggar. Dari total tujuh posko penyekatan, lima di antaranya tidak diperpanjang. Sementara dua posko yang masih beroperasi lanjut hingga pekan depan.

Sejak 30 Mei 2020 semua petugas non kepolisian yang selama ini ditempatkan di tujuh posko penyekatan kembali ke ‘barak’. Misalnya, ditariknya petugas gabungan seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul dan Satpol PP.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan, pendirian posko penyekatan menindaklanjuti intruksi presiden terkait larangan mudik. Melalui rapat gabungan dengan muspida, aktivitas posko penyekatan berlangsung selama 37 hari. “Terhitung sejak 24 April hingga 30 Mei 2020,” kata Wahyu Nugroho saat dihubungi kemarin (1/6).

Mantan kepala Kesatuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gunungkidul itu melanjutkan, meski petugas dari instansinya ditarik, posko penyekatan masih ada. Misalnya posko penyekatan Bedoyo, Ponjong, dan Posko Hargodumilah, Patuk.

“Namun untuk lebih jelasnya mengenai ada tidaknya perpanjangan posko penyekatan arus balik, bisa dikonfirmasi langsung kepada pihak kepolisian,” ujanya.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiawan mengatakan, di wilayah hukumnya terdapat tujuh  posko penyekatan. Masing-masing Hargodumilah (Patuk), Getas (Playen), Bibal (Panggang), Baran (Rongkop) Bedoyo (Ponjong), Bluntak (Semin), serta pos di batas Kecamatan Ngawen. “Batas waktu operasi ketupat candi diperpanjang sampai satu minggu ke depan, mulai terhitung kemarin sampai 7 Juni 2020,” kata Agus.

Dia menjelaskan, tidak semua posko penyekatan kendaraan dalam Operasi Ketupat Candi 2020 diperpanjang. Dua jalur masih dipertahankan yakni posko penyekatan wilayah Bedoyo, Kecamatan Ponjong dan Hargodumilah, Kecamatan Patuk.

Terpisah, Bidang Komunikasi dan Informasi Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, hingga kini tercatat 14.774 pemudik tiba di kampung halaman. “Terbanyak dari Kecamatan Semin dengan 1.331 orang, Ngawen 1.196 orang, dan Playen 1.170 orang,” katanya.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Nurwidiastuti mengungkapkan, berdasarkan data posko penyekatan, selama ini ribuan pengendara dipaksa balik kanan. (gun/laz)

Gunungkidul