RADAR JOGJA – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Gunungkidul 2020 mencapai level terendah dalam tujuh tahun terakhir. Melanjutkan tren penurunan yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut.

Meski Pemkab Gunungkidul berupaya maksimal mengembalikan kejayaan pariwisata seperti zaman 2016, namun realitanya PAD terus menurun. Memasuki 2017, target sekitar Rp 25 miliar tidak terealisasi karena dihantam bencana Badai Siklon Cempaka.

Lalu 2018 target PAD Rp 28 miliar hanya diraih Rp 24,2 miliar. Lalu 2019 target PAD wisata juga tidak terpenuhi. Dari target Rp27,8 miliar hanya tercapai Rp 25,08 miliar. Memasuki 2020 pendapatan dipatok sebesar Rp 29 miliar. “Karena pandemi Covid-19, target PAD tahun ini turun menjadi Rp 11 miliar,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul saat dihubungi Minggu (31/5).

Dia mengakui, keputusan menurunkan target PAD di era virus korona tahun ini sangat berat. Sejak pandemi berlangsung semua objek wisata ditutup. Saat ini, pelaku wisata sedang berbenah untuk menyambut era new normal. “Jadi, PAD wisata tahun ini sama dengan PAD tahun 2013-2014 sekitar Rp 11 miliar,” ungkapnya.

Menurut Hary, ketika semua objek wisata nanti dibuka, tidak ada jaminan dunia pariwisata bisa langsung bergairah. Apalagi, perekonomian sedang lesu menyusul wabah virus korona yang tengah melanda penjuru dunia.

Sementara itu, Kepala Dispar Kabupaten Gunungkidul, Asti Wijatanti mengungkapkan persiapan dibukanya kembali aktivitas wisata. Aturan main piknik di tengah pandemi sedang dirumuskan. Diantaranya menyangkut protokol kesehatan.“Akhir Juni bisa dibuka untuk uji coba,” kata Asti Wijayanti.

Prosedur wisata di zaman Covid-19 akan dituangkan ke dalam peraturan daerah (Perda). Dengan demikian, jika pengelola wisata atau destinasi wisata bisa melakukan pelanggaran diberikan sanksi.

Terpisah, pengelola Gunung Api Purba, Nglanggeran, Sugeng Handoko mengatakan, sejak virus korona mewabah pintu masuk menuju destinasi wisata ditutup total. Langkah demikian menindaklanuti arahan dari pemerintah. “Sekarang sedang melakukan persiapan untuk buka kembali di era new normal,” kata Sugeng Handoko. (gun/bah)

MASIH TUTUP – Suasana Pantai Watulawang, DEsa Tepus, Kecamatan Tepus terlihat sepi akhir pekan lalu

Gunungkidul