RADAR JOGJA – Hari Jadi ke-189 Kabupaten Gunungkidul
tidak hanya diperingati dengan sederhana, namun juga was-was. Pandemi virus korona tidak hanya merusak sendi-sendi kesehatan, namun juga melemahkan jantung perekonomian.

“Hari Jadi Gunungkidul diperingati dalam keprihatinan di tengah pandemi Covid-19. Pemkab Gunungkidul sedang berkoordinasi dengan DIJ untuk bagaimana upaya membangkitkan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Gunungkidul, Badingah pada Peringatan Hari Jadi ke-189 Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, kemarin (27/5).

Diakui, saat ini semua sudah ‘menjerit’ akibat terjadinya pandemi Covid-19. Oleh karena itu, tengah dirumuskan bersama Pemprov DIJ untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Membuka perlahan kegiatan ekonomi dan wisata. Namun, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Optimisme di tengah pandemi virus korona harus terus dibangun ,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi demikian menjadi tantangan bagi semua pihak agar bersinergi menanggulangi Covid-19. Pemerintah sendiri, telah berupaya memberikan asupan bantuan kepada masyarakat terdampak. Mulai dari sumber anggaran pemerintah pusat, pemprov, hingga penyaluran melalui dana desa.

Dari pemerintah pusat berupa bantuan sosial tunai (BST), jaring perlindungan sosial dari provinsi, dan perlindungan sosial melalui APBD kabupaten. “Distribusi bantuan berjalan sesuai target. Termasuk dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Semoga kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat kembali normal,” terangnya.

Disinggung mengenai wacana dibukanya objek wisata Gunungkidul, pihaknya belum bisa memastikan karena memunggu kebijakan dari pemprov. “Tunggu keputusan gubernur,” tegasnya.

Sementara itu, dalam prosesi peringatan hari jadi kemarin, diawali dengan kirab pusaka Kanjeng Kyai Marga Salurung, Songsong Agung Kanjeng Kyai Robyong, Kanjeng Kyai Pandoyo Panjul diarak menuju Bangsal Sewokprojo, Wonosari.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Gunungkidul Badingah, Wakil Bupati Immawan Wahyudi, Kapolres AKBP Agus Setiawan, Dandim 0730 Letkol Inf Noppy Laksana Armiyanto, muspida, kepala dinas dan undangan secara terbatas. Sementara Gubernur DIJ Sri Sultan HB X menyampaikan sambutan melalui video.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidu, Hary Sukmono mengatakan, total hingga saat ini ada 7.005 pelaku wisata terkena dari dampak korona. Mereka tidak bisa menjalankan usahanya karena penutupan sementara. “Kami tunggu perkembangannya dan mudah-mudahan wabah bisa segera berakhir sehingga keadaan bisa pulih kembali,” kata Hary. (gun/bah)

Gunungkidul