Buntut Perselisihan dengan Relawan PMI Kabupaten

RADAR JOGJA – Warga Desa Banaran, Kecamatan Playen berencana membongkar semua posko pengendalian Covid-19 di desa mereka. Penduduk setempat yang tergabung dalam relawan desa merasa sakit hati karena dituduh menghadang mobil ambulans pengangkut pasien reaktif virus korona ke lokasi karantina kawasan Hutan Wanagama.

Seorang relawan Posko Pengendalian Covid-19 Tingkat Desa Banaran, Kecamatan Playen, Sudadi mengatakan, ada tiga posko yang akan dibongkar. Meliputi posko pantau, sterilisasi serta satu posko keamanan. “Besok (hari ini) semua akan kami tutup dan diserahkan kepada pihak berkompeten. Keputusan telah kami komunikasikan dengan pemerintah desa,” kata Sudadi kepada Radar Jogja Senin (26/5).

Dikatakan, warga yang tergabung dalam relawan desa kecewa atas tudingan menghadang petugas medis. Kekecewaan tersebut merujuk pada pernyataan ketua PMI Gunungkidul melalui media, yang menyebut relawan Posko Covid-19 Desa Banaran menghadang ambulans pengangkut pasien Covid-19.

Padahal, tegasnya realitanya tidak demikian. Sesuai protokol pengendalian virus korona, kendaraan melintas diberhentikan untuk dilakukan pengecekan. Saat itu, petugas posko bermaksud bertanya kepada pihak yang ada di ambulans. ”Apalagi tidak ada koordonasi terlebih dahulu dengan penjaga posko,” sebutnya.

Setelah melalui mediasi, ambulans dipersilakan melintas. Meskipun dalam rapat dengan Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Tingkat Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu lalu, jalur lintasan ambulans pembawa pasien Covid tujuan Wanagama bukan melalui jalur ini. ”Melainkan melewati pintu utara,” bebernya.

Selanjutnya, relawan desa sepakat akan membongkar posko. Pihaknya, tidak mau, kerja tanpa pamrih yang dilakoni selama ini justru berdampaknya negatif terhadap masyarakat Banaran khususnya. “Karena Ketua PMI Gunungkidul (Iswandoyo) yang memberi pernyataan dihadang warga Banaran saat membawa pasien sangat melukai hati kami,” ucapnya.

Sementara itu, Iswandoyo ketika dikonfirmasi memilih irit biara. Melalui pesan WhatsApp (WA) mengaku sedang ada agenda koordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Tingkat Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi di rumah dinas wakil bupati. Dia enggan menanggapi komentarnya terkait penghadangan ambulans.” Tidak ada penghadangan (mobil ambulans),hanya di jalan konfirmasi mau kemana,” kata Iswandoyo.

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Tingkat Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengaku sudah menetralkan penghadangan mobil ambulans PMI. “Semalam pak kades juga sudah komunikasi dengan saya. Akan selalu saya usahakan untuk perbaikan komunikasi,” kata Immawan. (gun/bah)

Gunungkidul