RADAR JOGJA – Di tengah pandemi korona, Pemkab Gunungkidul memperbolehkan kembali restoran raksasa di wilayah Kecamatan Patuk, Heha Sky, untuk kembali beroperasi. Meski dengan berbagai pembatasan dan protocol pencegahan korona wajib dilaksanakan.

Itu berdasarkan surat jawaban Pemkab Gunungkidul terkait permohonan izin operasi dari Direktur PT. Anugrah HeHa Jaya. Surat dengan nomor: 503/2260 tersebut ditandatangani Sekda Pemkab Gunungkidul Drajad Ruswandono, tertanggal 19 Mei 2020. Yang intinya memberikan pertimbangkan bahwa PT. Anugrah HeHa Jaya dapat kembali melakukan aktivitas di HeHa Sky View Patuk secara terbatas. Yaitu hanya kegiatan restoran dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Di antaranya, pembatasan jumlah pengunjung dengan menggunakan metode reservasi, melakukan physical distancing dengan jarak minimal antar pengunjung 1,5 meter. Kemudian embatasan waktu kunjungan maksimal dua jam untuk setiap pengunjung. Hingga jam operasional dibatasi maksimal 10 jam per hari dari pukul 11.00-21.00.

Keluarnya surat izin tersebut disoroti Relawan Covid-19 Gunungkidul, Ervan Bambang Dermanto. Jika surat itu benar, maka siapa yang bertanda tangan atas surat izin tersebut harus bertanggungjawab. Menurut dia, mskipun ada aturan mematuhi protokol Covid-19 namun tidak menutup kemungkinan pengunjung akan sulit dikendalikan. “Saya heran, kenapa pemkab bisa mengeluarkan surat izin operasional ditengah pandemi korona,” kata Ervan.

Dia menyesalkan keputusan prematur dari pemkab. Hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi pemerintah utamanya Gugus Tugas Pengendalian dan Percepatan Covid-19. “Munculnya surat izin operasi Heha Sky ini bikin gaduh karena keluar di tengah pandemi korona,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Hari Sukmono membenarkan perihal surat izin operasi Restoran Heha Syk di Patuk. Meski demikian pihaknya tidak tahu menahu bagaimana izin bisa dikeluarkan. “Informasi yang saya terima seperti itu. Ada izin keluar di Restoran Heha Sky ditandatangai Pak Sekda. Tidak ada tembusan ke kami,” kata Hari Sukmono. (gun/pra)

Gunungkidul