RADAR JOGJAInfromasi mengenai covid-19 terlanjur menakutkan dan seolah mengkerdilkan harapan hidup.  Namun di Pedukuhan Tawarsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, warga berbagi pengalaman bagaimana bisa berdamai dengan Covid-19.

GUNAWAN, Gunungkidul, Radar Jogja

Salah seorang pasien positif Covid-19, bernisial NR asal desa Wonosari, dinyatakan sembuh dan diperbolehkan kembali ke rumah.  Kabar tersebut disambut antusias oleh warga.  Pasien tersebut menjalankan nazar kesembuhannya dengan jalan kaki dari Balai Desa Wonosari ke rumahnya di Tawarsari.

Seorang warga bernama Lilik Wiyono Saputro menyampaikan, salah satu tetangganya diperbolehkan dari rumah sakit. Sebelumnya menjalani perawatan medis karena terinfeksi virus korona. “Dirawat di RSUD Wonosari. Kami senang hasil swab telah keluar dan dinyatakan sembuh dari covid-19,” kata Lilik.

Diceritaka, kabar kepulangan NR, klaster Gadungsari dari rumah sakit langsung menyebar ke kampung halaman. Penduduk, mulai keluar dari rumah dan menyambut kedatangannya tersebut. Prosesi ketika NR pulang ke rumah berlangsung dramatis. “Beliau punya nazar, kalau sembuh jalan kaki dari balai desa sampai rumah yang jaraknya sekitar  satu kilometer,” ujarnya.

Kedatangan NR disambut histeris oleh tetangga kanan kiri. Bak pahlawan yang baru pulang dari arena peperangan. Para tetangga,  keluar dari rumah dan memberikan semangat sebagai bentuk dukungan atas musibah yang sedang dihadapi. “Sebenarnya warga ingin bersalaman, tapi kami imbau supaya tidak dilakukan sesuai dengan protokol pengendalian virus korona,” ungkapnya.

Sementara itu, Dukuh Tawarsari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Ridwan Heri Suryanto mengatakan, belum lama ini ada beberapa warganya menjalani pemeriksaan kesehatan berkaitan dengan virus korona. “Kami bersyukur, satu warga kami yang sebelumnya dinyatakan positif  Covid-19 sudah sembuh,” kata Ridwan.

Meski demikian sesuai dengan protokol pengendalian dan percepatan penanganan Covid-19, yang bersangkutan harus mengisolasi diri selama 14 hari. Dikatakan keluarga NR juga sempat menjalani rapid test hasilnya non reaktif. Walau demikian protokol karantina tetap dilakukan. “Biarpun sisituasi sedang tidak baik, tapi hubungan sosial masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, respon masyarakat secara luas di kampungnya patut diapresiasi karena mampu menerima dan memperlakukan pasien sebagaimana ketika sehat.  Seperti tidak ada yang berubah namun terasanya menyesuaikan.

Gunungkidul