RADAR JOGJA –  Warga Desa Tawang, Kecamatan Patuk, pada Sabtu (2/5) malam mengamankan seorang pria tanpa identitas. Orang tak dikenal (OTK) tersebut jalan kaki membawa tas kresek warna hitam. Ketika dipergoki penduduk setempat gelagatnya mencurigakan.

“Bagaimana tidak curiga kalau keadaan orangnya seperti itu,” kata warga setempat Iskandar.

Lebih-lebih, munculnya wabah virus korona mendorong lapisan masyarakat agar selektif ketika menerima kehadiran orang asing, bahkan pemudik sekalipun. Terang saja sekarang banyak dijumpai jalan perkampungan dipasang portal.

“Orang asing itu kemudian dibawa ke pos kamling dan dimintai keterangan. Sekarang kan, marak isu maling jajal ilmu (menjajal ilmu kanuragan),” ujarnya.

Sesaat kemudian Polsek Patuk datang ke lokasi kejadian. Pria tanpa identitas kemudian mengaku bernama Ipin, warga Lamongan, Jawa Timur itu dibawa ke Puskesmas untuk menjalani cek kesehatan. Selanjutnya diboyong ke Mapolres Gunungkidul dan dititipkan ke Dinsos Kabupaten Gunungkidul. “Di Wonosari waktu lalu juga ada orang gila buka jendela dikira maling. Sempat dipukuli warga,” kata warga yang lain Sutanto.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Bina Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul Winarto ketika dikonformasi mengatakan, fenomena gepeng memang menjadi persoalan. Belum lama ini ada kejadian di Desa Getas, Kecamatan Playen. “Dibantu warga dan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), langsung dibawa ke Rumah Sakit Grhasia, Pakem, Sleman,” kata Winarto.

Menurutnya, dinsos belum mempunyai armada untuk evakuasi. Selama ini bekerjasama dengan Satpol PP dan pihak terkait yang lain. Namun kendalanya saat ini anggaran dipangkas untuk penanganan covid-19. “Dana evaskuasi gepeng, ODGJ tidak ada. Sekarang masih menunggu anggaran kedaruratan dan masih dalam proses,” ucapnya.

Mengenai anggaran ODGJ, sebelum ada covid-19 setiap tahun nilainya tidak lebih dari Rp 100 juta. Itu pun pos anggaran juga digunakan untuk dana penjangkauan gepeng serta permasalahan sosial yang lain. “Sampai dengan sekarang kami juga belum memiliki kendaraan untuk evakuasi ODGJ. Masih pinjam di polres, satpol PP dan ambulan pihak swasta,” ungkapnya. (gun/bah)

Gunungkidul