RADAR JOGJA – Narapidana asimilasi Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Wonosari terus dipantau keberadaannya. Hasil pemantauan, belum ada dari mereka yang berulah selama menghirup udara segar.

Kepala Rutan Kelas IIB Wonosari Marjiyanto menyebut, sebanyak 44 napi mendapat asimilasi. Semuanya masih dalam pengawasan Bapas Kelas IIB Wonosari. ” Kami belum menerima laporan kasus kriminal napi asimilasi,” katanya Minggu  (26/4).

Dijelaskan, pihaknya bersama kepolisian, kejaksaan, hingga pemerintah setempat melakukan upaya pencegahan agar narapidana asimilasi berprilaku baik. Keluarga napi, juga diminta mengawasi dan melaporkan secara rutin. ”Kami minta diimbau agar mereka tetap berada di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jogjakarta, Teguh Suroso mengaku berkomunikasi dengan wali atau pengasuh anak binaan asimilasi melalui video call. Cara demikian ditempuh demi memastikan napi asimilasi dalam kondisi baik dan terkontrol oleh orang tua. “Selama masa asimilasi, ada buku harian wajib diisi napi asimilasi, ditandatangani orang tua masing-masing,” ujarnya.

Disampaikan, dari total 17 napi  binaan, tujuh diantaranya mendapat asimilasi. Pembebasan bersyarat diberikan pada mereka yang sudah menjalani setengah masa hukuman dan terkait dengan kasus umum. Dia memastikan seluruh anak binaan asimilasi berada di rumah masing-masing dengan pengawasan.

“Bahkan kami mendapat laporan bahwa ada tiga anak binaan asimilasi terlibat dalam satgas Covid-19 di kampung,” ujarnya. (gun/bah)

Gunungkidul