RADAR JOGJA –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul tengah menelusuri keberadaan limbah alat pelindung diri (APD) Covid-19 di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Baleharjo, Wonosari. Dalam catatan dua pekan terakhir, muncul dua kasus APD dibuang di TPAS.

“Kami masih melakukan penelusuran dari mana sampah jenis B3 itu berasal,” jelas Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul, Aris Suryanto Selasa (21/4).

Dikatakan, Jika dilakukan oleh tenaga kesehatan, berarti institusi atau orang tersebut sebenarnya sudah tahu tapi sengaja membuang. Namun jika yang membuang kelompok masyarakat, seperti relawan, besar kemungkinan dikarenakan ketidaktahuan.

Padahal, lanjutnya, pemkab telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Gunungkidul, tentang pengelolaan limbah infeksius (limbah B3) dan sampah rumah tangga dari penanganan corona virus disease (Covid-19). Keberadaan SE tersebut sebagai pedoman disemua level dan masyarakat dalam penanganan limbah tergolong berbahaya.

Dalam SE tersebut membahas limbah infeksius fasilitas pelayanan kesehatan, limbah infeksius orang dalam pengawasan (ODP) yang berasal dari rumah tangga dan pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.  ”Penanganan limbah B3 tidak boleh dilakukan sembarangan,” tegas Aris.

Dijelaskan, limbah dari infeksius pelayanan kesehatan, penyimpanan dalam kemasan tertutup paling lama dua hari sejak dihasilkan. Kemudian mengakut dan memusnahkan pada pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun. Residu hasil pembakaran atau cacahan hasil auto clave dikemas dan dilekati simbol beracun dan label limbah B3 yang selanjutnya disimpan di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) limbah B3. Dimana, selanjutnya diserahkan kepada pengelola limbah B3. “Nggak boleh dibuang sembarangan. APD itu masuk limbah B3 medis. Pelanggaran berat jika dilakukan oleh pihak rumah sakit,” ujarnya.

Oleh sebab itu dengan diterbitkannya SE tersebut harapannya, pengelolaan limbah beracun dapat dikelola sesuai dengan aturan.  Dimana, SE penanganan limbah B3 tersebut sudah dikirim kesejumlah pihak seperti, kantor dinas, camat, direktur rumah sakit, kepala UPT puskesmas, kepala UPT kebersihan, kepala desa, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, dan kepala sekolah se-Gunungkidul. “Pengelolaan limbah harus hati-hati karena virus atau bakteri bisa menyebar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi ketika dikonfromasi mengaku telah berkoordinasi dengan internal terkait dengan penanganan limbah B3. “Secara internal, kami jelas akan mengingatkan jika memang terjadi pelanggaran pengelolaan limbah B3,” kata Immawan Wahyudi. (gun/bah)

Gunungkidul