RADAR JOGJA – Sebagai gudang ternak sapi di Provinsi DIJ, petani di Gunungkidul diimbau untuk memanfaatkan pupuk kandang sebagai pupuk dasar tanaman. Untuk kepentingan tersebut pemerintah mendukung dengan bantuan unit pengolah pupuk organik (UPPO).

Tahun ini Kementerian Pertanian RI memberikan stimulan bantuan kepada kelompok tani (poktan), yang dikelola secara swadaya. Poktan yang mendapat amanah dari Kementan pada tahun ini 3 unit ada di Kecamatan Playen. Penerima sasaran Poktan Karangjambu, Peron, Bleberan, Playen; Poktan Karangrejo, Sawahan 2, Bleberan, Playen dan Poktan Ngudi Rejeki, Bandung, Bandung, Playen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnubroto mengatakan, pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan (kohe) merupakan bahan utama kesuburan lahan pada setiap musim tanam. “Kebutuhan pupuk kandang atau kompos setiap tahunnya selalu bertambah, sehingga beberapa poktan berharap mendapatkan bantuan UPPO,  untuk mencukupi kebutuhan pupuk kompos bagi anggotanya atau untuk usaha produksi dan dipasarkan,” kata Bambang Wisnubroto Senin (20/4).

Dia berharap, agar poktan segera dapat mewujudkan pembangunan UPPO yang terdiri dari kandang sapi komunal, rumah kompos, kantor UPPO, mesin APO, motor roda 3 sebagai alat transportasi barang yang dikerjakan secara swakelola oleh poktan.

“Pada saatnya jika sudah berproduksi hendaknya pupuk kompos yang dihasilkan untuk pemenuhan kebutuhan pupuk organik di desanya dahulu,” ujarnya.

Jika sudah surplus produksinya bisa dipasarkan keluar. Hal ini dimaksudkan untuk pembenahan lahan di Gunungkidul agar lebih terjaga kesuburannya.  Menghadapi musim kemarau, petani dan poktan diimbau untuk segera mengolah lahan dan percepatan tanam di musim kedua. Caranya, dengan menanam padi di daerah sumber air dan palawija berumur pendek di daerah tergantung curah hujan.

Petani juga diminta menyimpan sebagian hasil panen musim pertama sebagai cadangan pangan. Persiapan datangnya musim kemarau pada dasa harian ke 3 April 2020 dengan penyiapan pompa air yang dimiliki.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bulan depan mulai musim kemarau. “Tahun ini musim kemarau dipredisi akhir Mei atau awal Juni,” jelasnya. (gun/bah)

Gunungkidul