RADAR JOGJA – Sejak virus korona mewabah, ribuan pemudik tiba di Gunungkidul. Meski jumlah pemudik tidak berbanding lurus dengan data pasien dalam pengawasan (PDP), namun upaya pengendalian covid-19 tetap dilakukan.

Bidang Komunikasi dan Informasi Gugus Tugas Pengendalina Covid-19 Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, hingga sekarang tercatat ada 9.144 warga perantau tiba di kampung halaman. “Sebagai upaya antisipasi penyebaran virus korona, posko covid-19 didirikan untuk melakukan pemantauan,” kata Kelik Yuniantoro Kamis (16/4).

Dikatakan, pengawasan di pintu masuk perbatasan kabupaten perlu ditingkatkan. Terlebih Kabupaten Klaten, Jawa Tengah notabene berbatasan langsung dengan Gunungkidul ditetapkan sebagai zona merah. “Jalur antara Klaten dan Gunungkidul juga cukup banyak, sehingga perlu diberlakukan pengawasan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Gugus Tugas Penanganan covid-19 Kabupaten Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, pemantauan dilakukan disejumlah pintu masuk. Dari sembilan pintu masuk, diantaranya berada di lokasi terpencil. “Koordinasi dengan pihak desa akan ditingkatkan, karena mereka yang benar-benar mengetahui karakteristik jalur pintu masuk di wilayahnya,” kata Immawan.

Dikatakan, sejumlah desa juga telah mendirikan posko pemantauan mandiri di kantor masing-masing. Para pemudik diwajibkan melapor, melakukan pemeriksaan dan pendataan di posko tersebut, sesuai protokol penanganan Covid-19.

“Kunjungan kali ini dalam rangka monitoring posko relawan Covid-19, sekaligus pemberian bantuan alat pelindung diri (APD) dan permakanan untuk penjaga posko,” ucapnya. (gun/bah)

Gunungkidul