RADAR JOGJA– Di tengah pandemi virus korona nelayan pantai selatan Gunungkidul tengah semringah. Sebab, mereka tengah panen tangkapan ikan bawal. Harganya pun meningkat tajam sejak awal bulan.

Seorang nelayan Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Karmanto mengatakan, meski sektor wisata pantai terpuruk akibat penutupan wista, penghasilan para nelayan cukup baik. Kondisi demikian diakui sangat membantu perekonomian di tengah lumpuhnya aktivitas wisata bahari. “Dalam sehari nelayan paling sedikit memperoleh sembilan hingga sepuluh kilogram bawal laut,” kata Karmanto Senin  (14/4).

Ditegaskan meski keberadaan ikan tengah melimpah, namun harga jual cukup tinggi. Setiap hari puluhan nelayan rutin memasok hasil tangkapan laut berupa bawal laut. Ikan bawal laut paling banyak dicari.

“Tangkapan dan penghasilan dari ikan bawal tinggi dibanding kondisi normal. Awal musim bawal berlangsung sejak awal bulan ini, dan berlanjut hingga sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, seorang petugas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Baron, Wasiman mengungkapkan, berdasarkan data hanya ikan jenis bawal laut yang dominan diperoleh nelayan. Dalam sehari total lebih dari 250 kilogram ikan bawal laut terkumpul dari nelayan. “Konsentrasi hampir semua nelayan mencari bawal laut. Kurang lebih ada 35 kapal setiap hari beroperasi mencari bawal laut,” kata Wasiman.

Jenis ikan bawal memiliki nilai ekonomis tinggi dibanding ikan jenis lain. Rata-rata harga jual ikan mencapi Rp 120 per kilogram. Bahkan ditahun sebelumnya harga ikan bawal bisa mencapai 250 ribu per kilogram. “Pengepul  banyak memburu ikan jenis ini (bawal), karena menjadi komoditi ekspor pasar luar negeri,” ujarnya. (gun/bah)

Gunungkidul