RADAR JOGJA – Sejak virus korona melanda, Pemkab Gunungkidul telah mengucurkan anggaran miliaran rupiah untuk pengendalian. Bupati Badingah meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera memberikan laporan secara global.

Melalui pesan elektronik yang dikirim Bupati Badingah kepada awak media Minggu (12/4), ada empat OPD pengguna anggaran pengendalian covid-19. Mulai dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos) dan RSUD Wonosari.

Dinkes diminta bupati agar melaporkan pelaksanaan anggaran penanganan covid-19 khusus bidang kesehatan, distribusi atau penyaluran ke puskesmas,RS swasta danmasayarakat. “Termasuk kendala apa yang dihadapi dilaporkan,” kata Badingah.

Kemudian BPBD diminta melaporkan jumlah donasi berupa dana maupun barang yang berhasil dihimpun dari bantuan masyarakat termasuk ASN, kelompok masyarakat dan yang lain. Termasuk distribusi dan penyalurannya barang berupa apa aja kelompk masyarakat dan insentif dan kendalanya.

Kepada Dinso diminta melaporkan pelaksanaan anggaran, pengadaan barang bantuan jaring pengaman sosial. Distribusi kepada masyarakat terdampak, berupa apa saja dan jumlahnya serta kendala yang dihadapi. Demikian juga dengan penggunaan anggaran yang sudah dipakai RSUD Wonosari. “Mohon dapat laporan secara terbuka agar masyarakat dan kita semua tahu bahwa pemerintah tidak hanya ’diam’. Untuk laporan keuangan (SPJ) dapat menyusul sesuai aturan,” tegas Badingah.

Sementara itu, salah satu OPD pengguna anggaran yakni, Dinkes Kabupaten Gunungkidul, melalui Kepala Dinas Dewi Irawati menyampaikan, untuk kegiatan dalam rangka penanganan covid-19 dengan cara pemberian jaring pengaman social. Sasarannya, warga positif, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pengawasan (ODP).

Kader pemberdayaan masyarakat (KPM) non program keluarga harapan (PKH) dan non sembako. Kemudian menyasar UMKM dan yang lain dengan total pembiayaan sekitar Rp 10,1 miliar. Rencana distribusi dilakukan pada minggu ketiga dan 4 April 2020 dan Minggu kedua dan ketiga Mei 2020.

Proses distribusi untuk positif, PDP, ODP dan keluarga  bertahap dan hanya diberikan satu kali. KPM non PKH, non sembako diberikan dua kali di bulan April dan bula Mei. Untuk UMKM dan lain-lain distribusinya dengan  dilakukan dua kali di bulan April dan Mei 2020. “Adapun logistik yang diberikan berupa beras, gula, teh, minyak, roti, susu,” kata Kepala Dinkes Dewi Irawati. (gun/pra)

Gunungkidul