RADAR JOGJA – Merebaknya penularan virus covid-19 membuat bedampak pada langkanya keberadaan hand sanitzer di pasaran. Di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Wonosari, murid dan guru pembimbing membuat hand sanitizer sendiri.

Guru pendamping, SLBN 1 Wonosari, Emi Sulasminingsih mengatakan, sekolah berinisiatif membuat hand Sanitizer mandiri karena produk pembersih tangan berbasis alkohol yang biasa berbentuk gel atau cairan langka di pasaran. “Pembuatannya didampingi dokter,” kata Emi Jumat (20/3).

Seperti diketahui, hand sanitizer merupakan produk yang digunakan untuk membersihkan tangan agar bersih dari virus dan bakteri. Keberadaan hand sanitizer dapat dimanfaatkan ketika kesulitan menemukan air bersih dan sabun untuk mencuci tangan. “Bahan-bahannya sulit, sehingga tim UKS (unit kesehatan sekolah) membuat sendiri. Bahan baku alkohol, lidah buaya, dan tambahan parfum,” ujarnya.

Menurut dia, pembuatan hand sanitizer dilakukan untuk mengantisipasi penularan virus Covid-19 yang merebak di penjuru dunia, termasuk wilayah Jogjakarta. Dikatakan, hand sanitizer dapat digunakan setiap saat. “Jika anak-anak kesulitan menemukan air dianjurkan memakai hand sanitzer. Apalagi mulai minggu depan kan libur. Bisa membuat sendiri di rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB N 1 Gunungkidul Widi Pranyata mengatakan, total jumlah peserta didik berkebutuhan khusus ada 158 anak. Mulai dari tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, tuna daksa, dan autis. Mereka belajar dari TK hingga SMA.  “Selain hand sanitzer, kami juga menyediakan beberapa titik tempat cuci tangan di sekolah,” kata Widi.

Tidak hanya membuat hand sanitzer, anak-anak diajak kerja bakti membersihkan tempat kegiatan belajar mengajar (KBM), dan menyemprotkan disinfektan ke lokasi termasuk taman bermain. ”Harapannya, semua sehat dan kondisi segera membaik,” harapnya.

Seorang murid, Wahyu Ananda Putra ketika ditanya mengenai kegiatannya, mengaku senang bisa menjaga pola hidup bersih dan sehat. Satu persatu bahan seperti alkohol,  gel lidah buaya, dan sedikit parfum dimasukkan ke botol bekas minuman. “Setelah dikocok dalam botol, cairan dimasukkan kedalam wadah penyemprot kecil,” jelasnya. (gun/bah)

Gunungkidul