RADAR JOGJA – Sebanyak 5.008 siswa SMK yang ada di Gunungkidul mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Senin(16/3). Meski mengerjakan soal dengan bayang-bayang virus korona atau covid-19, secara umum pelaksanaan ujian berjalan lancar.

Di SMK Kesehatan Wonosari, sebelum masuk parkiran anak-anak diperiksa menggunakan thermometer. Selanjutnya, mereka  wajib mencuci tangan menggunakan sabun, serta cairan pembersih tangan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Dewi Suryaningsih mengatakan, pemeriksaan kesehatan seusai dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tentang siswa setelah kemunculan kasus korona. Sebanyak 94 siswa di sekolahnya mengikuti UNBK hingga Kamis (19/3) mendatang.

“Selain memeriksa kesehatan para siswa, sekolah juga membersihkan dengan cairan desinfektan peralatan ujian seperti keyboard, tetikus, hingga kursi yang digunakan para siswa,” kata Dewi Suryaningsih.

Seorang siswi, Vega Seli Anggraini mengaku sempat khawatir dengan mewabahnya covid-19. Dia mengaku konsentrasi belajar sempat terganggu. Meski demikian pihaknya sudah berupaya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih. “Tadi sebelum masuk kelas dilakukan enam langkah cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh,” kata Vega.

Sementara itu, Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul Sangkin mengimbau seluruh sekolah melakukan antisipasi penyebaran korona. Sebisa mungkin, sekolah melakukan prosedur pencegahan, salah satunya menyediakan fasilitas cuci tangan untuk pelajar. “Kami imbau pelajar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan, seperti cuci tangan sebelum dan sesudah ujian,” kata Sangkin.

Dikatakan, pelaksanaan UNBK SMK 2020 akan berlangsung hingga Kamis. Sebanyak 5.008 pelajar SMK mengikuti proses ujian yang terbagi dalam 3 sesi setiap hari.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid meminta agar merealisasikan Surat Edaran Menteri Pendidikan Republik Indonesia nomor 3 Tahun 2020 tanggal 9 Maret 2020. “Diantaranya, seluruh warga sekolah diimbau untuk tidak berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan, minum, dan alat musik tiup yang dapat meningkatkan resiko terjadinya penularan penyakit,” kata Bahron.

Kemudian menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar sekolah seperti, berkemah, studi wisata, dan sebagainya mulai besok (hari ini) hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Membatasi tamu dari luar satuan pendidikan dan semua korwil, pengawas, penilik dan seluruh pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul memantau kondisi di satuan wilayah kerja masing-masing. (gun/bah)

Gunungkidul