RADAR JOGJA – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi DIJ menggelar pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) kepada pengelola obyek wisata di Gunungkidul. Kali ini lokasi pelatihan menyasar pegiat wisata Kampung Emas Plumbungan, Putat, Patuk.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Singgih Raharjo mengatakan, pelatihan di Kampung Emas berlangsung selama tiga hari. Senin(9/3) merupakan sesi terakhir. Pesertanya, selain dari pengelola Kampung Emas, juga melibatkan  pelaku wisata di Desa Putat.

“Tujuan dari pelatihan ini untuk membuat SDM lebih profesional dan mampu melaksanakan tugas dalam pengelolaan desa wisata dengan baik,” kata Singgih Raharjo.

Dijelaskan terdapat beberapa materi pelatihan yang diberikan. Salah satunya berkaitan dengan sapta pesona. Sapta pesona merupakan dasar melaksanakan pengelolaan wisata. Ada tujuh pengertian dari sapta pesona. Seperti elemen aman. Wisatawan akan senang berkunjung ke suatu tempat apabila merasa aman, tenteram, tidak takut, terlindungi dan bebas

Sapta pesona lainnya adalah tertib. Kondisi yang tertib merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh setiap orang termasuk wisatawan. Kondisi tersebut tercermin dari suasana teratur, rapi dan lancar serta menunjukkan disiplin tinggi dalam semua segi kehidupan masyarakat

“Misalnya, bangunan dan lingkungan ditata teratur dan rapi serta pelayanan dilakukan secara baik dan tepat,” ujarnya.

Dijelaskan, bersih juga merupakan bagian dari sapta pesona. Masyarakat hasul mampu menciptakan lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran, sampah, limbah, penyakit dan pencemaran. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada di tempat-tempat bersih.

”Bagian sapta pesona lainnya yakni sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi DIJ, Titik Sulistiani mengatakan, kegiatan pelatihan akhirnya membuat pengunjung menjadi nyaman. Oleh karena di Kampung Emas merupakan wisata kuliner, maka pengelola hendaknya menampilkan atraksi menarik. “Misalnya, pengunjung bisa melihat proses pengolahan ingkung ayam dan sebagainya,” kata Titik Sulistiani. (gun/bah)

Gunungkidul