RADAR JOGJA – Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang di Gunungkidul memicu banjir genangan dan pohon tumbang. Itu diperparah dengan ketiadaan saluran air. Akibatnya, belasan rumah penduduk terendam air. Dalam peristiwa tersebut lahan pertanian turut terendam.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, banjir yang menerjang wilayah Panggang, Girisubo dan Kecamatan Semanu berlangsung Minggu (8/3) dini hari.

Di Padukuhan Sawah, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, lima rumah penduduk terendam. Masing-masing kediaman Pardiyono, Margono, Murtini, Rujito dan Rejowiryo tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa. Dampak materiil dapat diminimalisir karena sebelum kejadian harta benda diungsikan ke tempat aman.

Upaya penanganan pasca-kejadian, petugas melakukan evakuasi dan pengamanan di wilayah terdampak. Telah dilakukan upaya pelebaran selokan menggunakan alat berat. Situasi terkini sudah terkondisi. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa.

“Pedukuhan Sawah setiap musim hujan menjadi langganan banjir. Warga sudah melakukan antisipasi untuk mengurangi risiko bencana,” kata Kepala BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edi Basuki.

Kemudian di Pedukuhan Nglindur Kulon, Nglindur, Girisubo, belasan rumah tergenang air. Ketinggian mencapai lima centimeter sampai dengan 10 centi meter. Perkampungan ini juga termasuk langganan banjir, karena berada di dataran rendah. Kondisi demikian diperparah tidak adanya saluran pembuangan air.

Genangan air menenggelamkan jalan cor blok antar kampung. Meluap dan mengalir ke rumah-rumah penduduk. Hal serupa dialami warga Gangsalan Lor, Nglindur, Girisubo. Selain itu, hujan disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang.

“Jalan antar kampung sempat terganggu dan ranting pohon menimpa kandang serta kamar mandi milik penduduk,” ujarnya.

Sementara itu, Dukuh Semanu Kidul, Mujiyana mengatakan, lahan pertanian seluas 1,25 hektare di wilayahnya sempat terendam air. Dampaknya, padi yang ditanam petani terancam membusuk apabila air tidak cepat surut.

“Padi yang ditanam sudah memasuki masa panen. Hanya, petani belum sempat memanen sudah terendam air,” kata Mujiyana.

Menurutnya, banjir terjadi dikarenakan hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam. Diharapkan genangan air lekas surut sehingga padi yang ditanam bisa dipanen. (gun/bah)

Gunungkidul