RADAR JOGJA – Meski diyantakan bersalah dimuka hukum, hak pendidikan anak pelaku kejahatan tetap diakomodir. Sejumlah anak di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar Maret mendatang.

Kepala LPKA Jogja, Teguh Suroso mengatakan, untuk memenuhi hak anak dalam bidang pendidikan, pihaknya menggandeng Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul melalui sanggar kegiatan belajar (SKB). “Kami ingin memastikan seluruh anak binaan di lapas mendapatkan fasilitas pendidikan memadai,” kata Teguh dalam acara Media Gathering Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 di Aula LPKA di Wonosari, kemarin (27/2).

Dia menjelaskan, secara rutin guru SKB memberikan materi pembelajaran. Mulai dengan kegiatan keagamaan dilanjutkan dengan mata pelajaran umum. Selain itu anak-anak juga dibekali dengan ilmu kewirausahaan serta pendampingan. “Resolusi pemasyarakatan 2020 menyoroti pendidikan, sosial, over kapasitas dan lama tinggal tahanan hingga identitas dari warga binaan,” ujarnya.

Menurut dia, untuk kondisi LKPA sendiri hingga sekarang masih baik karena dari sisi kapasitas masih tersedia. Sedangkan dari sisi sosial dan identitas juga sudah mulai dipersiapkan dengan maksimal. “Ada 17 anak binaan dan semua mendapatkan layanan pendidikan. Bahkan tahun ini ada tiga anak ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SKB Gunungkidul, Suharjiya mengatakan, pada saat pertama kali anak masuk di lapas, hak anak akan pendidikan diperhatikan. Hak pendidikan anak tidak boleh diabaikan. “Baik melalui jalur formal maupun non formal seperti pendidikan kesetaraan melalui kejar paket B maupun C,” kata Suharjiya.

Dibagian lain, Perkumpulan Keluarga Berencana (PKBI) Gunungkidul juga melakukan pendampingan. Ada agenda mempertemukan anak dengan orang tua dalam gathering. Upaya tersebut dilakukan untuk mengakrabkan orang tua dan anak binaan di LPKA. “PKBI bermitra dengan LPKA Kelas II Jogjakarta di Wonosari. Tahun ini program unggulannya pameran karya seni,” kata Direktur PKBI Gunungkidul, Tri Wahyu Ariningsih. (gun/bah)

Gunungkidul