RADAR JOGJA – Dua orang warga Sunggingan, Umbulrejo, Ponjong, ditemukan bersimbah darah di atas bukit Baturagung, wilayah perbatasan dengan Gedangrejo, Karangmojo. Keduanya tergeletak dalam satu lokasi yakni cekungan batu. Di antaranya meninggal dunia dengan kondisi kepala luka berat dan satunya luka ringan seperti bekas cakaran.

Korban meninggal seorang janda atas nama Paniyati, 50, sementara korban hidup atas nama Suratmin, 55, yang juga ketua RT padukuhan setempat. Mereka warga satu kampung, bahkan masih memiliki hubungan kekerabatan. Jarak rumah keduanya juga cukup dekat, sekitar 100 meter. Kasus ini dalam penyelidikan Polres Gunungkidul.

Ketua RW Sunggingan Suraji mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Selasa malam (31/12) itu sangat mengagetkan. Tidak pernah ada yang menyangka. Penduduk juga tidak memiliki gambaran pasti kronologi sebelum kejadian.

“Begitu mendengar informasi dua warga belum pulang hingga petang, kami langsung melakukan pencarian,” kata Suraji saat ditemui di rumah duka Rabu (1/1).

Hingga akhirnya penduduk sepakat mencari secara bersama-sama. Berbekal informasi awal sebelum hilang keduanya mencari rumput di bukit Baturagung, warga beramai-ramai menuju lokasi. Jarak antara rumah korban dengan tempat kejadian perkara lebih dari 1 km. Informasinya, Paniyati dan Suratmin berangkat mencari rumput. Entah barengan atau tidak.

“Karena Paniyati menggarap lahan di Baturagung, penduduk langsung menuju lokasi.” ucapnya. Benar saja, samar-samar terdengar suara rintihan dari atas bukit. Alangkah terkejutnya, didapati dua orang dalam kondisi mengenaskan karena bersimbah darah di cekungan batu.

Lantas sebagian warga menghubungi pihak kepolisian. Korban atas nama Suratmin dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara Paniyati meninggal di lokasi kejadian dengan luka di kepala. “Korban meninggal dievakuasi belakangan, pagi dini hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Karsiyanto, adik korban selamat ketika dimintai keterangan mengaku tidak bisa memberikan informasi lebih. Meski ada hubungan darah, sekarang sudah tidak tinggal satu atap. “Kan sudah sama-sama berumah tangga, hidup sendiri-sendiri,” dalihnya.

Sepanjang yang dikenal, kakaknya adalah pribadi baik dan ramah. Tidak memiliki musuh dan berhubungan baik dengan korban meninggal. Intinya tidak ada kejanggalan. “Kalau kemudian ditemukan dalam satu lokasi, saya tidak tahu,” ucapnya.

Terpisah, Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiawan mengatakan, korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIJ, sementara korban selamat dirawat di rumah sakit. Pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus ini untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Dari lokasi disita dua senjata tajam jenis sabit. Dugaan awal penganiayaan hingga menyebabkan meninggal. Namun hasil visum belum keluar secara resmi, tetapi barang bukti senjata tajam sabit. “Sementara belum ditemukan indikasi keterlibatan orang lain di lokasi, selain keduanya,” kata Agus. (gun/laz)

Gunungkidul