RADAR JOGJA – Sebanyak 55 kepala desa (kades) terpilih diambil sumpah di Gedung Olahraga (GOR) Siyono, Playen kemarin. Mereka merupakan kades terpilih dalam Pilkades serentak 2019.

Pengambilan sumpah berlangsung pukul 11.00. Bupati Gunungkidul Badingah mengambil sumpah dan melantik para kades di depan para saksi dan hadirin.

“Jabatan adalah amanah dari Tuhan, maka seorang kepala desa dituntut mampu mengemban amanah tersebut sebaik-baiknya,” kata Badingah.

Selain itu, kepala desa juga berperan sentral sebagai motor penggerak pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat. Serta memiliki kepemimpinan yang mengayomi seluruh warga, tanpa diskriminasi.

“Maka, saya mengajak semua elemen masyarakat dan lembaga desa untuk mendukung apa yang menjadi visi dan misi kami,” ujar Badingah.

Program kerja kades hendaknya selaras dengan cita-cita mewujudkan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata terkemuka. “Kami juga mengapresiasi masyarakat bahwa tingkat partisipasi menggunakan hak pilih tinggi,” ungkap Badingah.

Angka partisipasi mencapai 78,11 persen. Bahkan di Desa Ngloro Saptosari mencapai 90,23 persen. Badingah mengingatkan, tahun depan masuki pemilihan kepala daerah serentak.

“Tahap awal dan euforianya sudah dapat kita rasakan. Saya mohon agar para kades betul-betul memahami aturan main sebagaimana diatur dalam UU 6/2014 tentang Desa,” tegas Badingah.

Salah satu yang perlu diperhatikan yaitu prinsip netralitas dan profesionalitas kades dalam pilkada. Bisa ditunjukkan dalam sikap mengedepankan etika demokrasi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Sujoko mengucapkan selamat bertugas kepada kades terlantik. (gun/iwa/rg)

Gunungkidul