GUNUNGKIDUL – Pemerintah Desa (Pemdes) Bejiharjo di antara yang bisa mengelola kekayaan potensi. Desa di Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, ini sukses memanfaatkan potensi alam untuk mendongkrak pendapatan asli desa (PADes) dan perekonomian warga.

”Berbagai potensi itu dikelola BUMDes Maju Makmur,” jelas Ketua BUMDes Maju Makmur Saryanto melalui sambungan telepon pekan lalu.

Usia BUMDes Maju Makmur baru tiga tahun. Namun, BUMDes ini telah memiliki beberapa unit usaha. Seluruhnya berkembang. Di antaranya, pengelolaan objek wisata Gua Pindul, usaha persewaan, dan simpan pinjam. Juga, pengelolaan sampah.

Pengelolaan Gua Pindul dan beberapa objek wisata, contohnya. BUMDes bekerja sama dengan 11 kelompok sadar wisata (pokdarwis). Melibatkan sekitar 2.000 tenaga kerja.

Menurut Saryanto, ada aturan main yang harus dipatuhi pokdarwis. Terutama perihal besaran tiket masuk. Tiket masuk Gua Pindul, misalnya, Rp 40 ribu per orang. Lalu, river tubing Kali Oya Rp 60 ribu per orang. Selengkapnya lihat grafis.

”Hingga saat ini lebih dari 100 ribu pengunjung (yang masuk ke berbagai objek wisata, Red),” sebutnya.

Melalui BUMDes, Saryanto menegaskan, desa ingin mendorong kemandirian ekonomi desa. Agar tak ada lagi warga yang bekerja ke luar daerah.

”Pendapatan BUMDes pernah mencapai 5,8 miliar per tahun,” katanya.

Kendati begitu, kata Saryanto, BUMDes harus tetap berinovasi. Khususnya dalam pengelolaan unit usaha objek wisata. Sebab, jumlah pengunjung mengalami penurunan. Inovasi itu diperlukan agar wisatawan tak bosan.

”Inovasinya bisa dalam bidang pelayanan. Agar wisatawan kangen untuk kembali lagi,” tambahnya. (gun/zam/zl)

Gunungkidul