GUNUNGKIDUL – Di tengah ketidakpastian kapan Pantai Baron ditata, gelombang ombak menerjang pantai tersebut, Minggu. Memicu sejumlah kerusakan. Abrasi pun mengenai fondasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Baron.

Tak hanya TPI yang terancam abrasi. Lokasi parkir kapal nelayan pun juga terancam abrasi. Menyebabkan Pantai Baron menyempit. Ruang gerak pengunjung menikmati pantai pun semakin tidak leluasa.

Ketua kelompok nelayan Baron, Sumardi mengatakan, dampak terjangan gelombang sudah disampaikan pemerintah daerah setempat. Akhir pekan lalu, dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul melakukan pengecekan di Baron.

“Informasi yang kami dapat, kemungkinan lokasi TPI akan dimundurkan,” kata Sumardi (23/6).

Sedangkan dampak gelombang tinggi Samudera Hindia, diperparah adanya aliran sungai yang membelah Pantai Baron dari barat ke timur. Kepada pengunjung dia meminta supaya waspada.

“Harapan kami, penataan Pantai Baron bisa segera terealisasi. Ke depan, dampak peningkatan gelombang dapat diminimalisasi,” ungkap Sumardi.

Kepala DKP Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan, jauh hari pihaknya sudah mengusulkan perbaikan TPI Baron. Bahkan sudah mengundang konsultan.

“Namun gelombang laut datang lagi. Jadi kami revisi. Jumat akhir pekan lalu kami sudah ke TPI Baron untuk melihat seberapa besar dampak kerusakan untuk penyesuaian perbaikan,” kata Krisna.

Mantan Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul itu mengatakan, pemkab telah memiliki Detail Engineering Design (DED) Pantai Baron. Dia belum tahu kapan DED tersebut direalisasikan.

“Sekarang fokus kami yang ada di depan mata dulu. Memperbaiki TPI agar tidak rusak lebih parah. Pengerjaan secepatnya. Konsultan selesai mengerjakan Rencana Anggaran Biaya (RAB), langsung dieksekusi,” ujar Krisna.

Kepala Dinas Pertanahan, dan Tata Ruang Gunungkidul, Winaryo mengaku, sedang penataan kawasan Pantai Baron tetap dilakukan. Tahapannya, pada pembebasan empat lahan milik warga Baron.

“Anggarannya sekitar Rp 4,7 miliar. Saat ini baru pengumpulan berkas-berkas kepemilikan (lahan),” kata Winaryo. (gun/iwa/rg)

Gunungkidul