GUNUNGKIDUL – Kabupaten Gunungkidul mendapat pasokan 12 ribu tabung gas ukuran tiga kilogram per hari. Kepala Seksi Distribusi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Sigit Haryanto menegaskan, tabung gas bersubsidi itu hanya untuk dua kalangan. Yakni, warga miskin dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan modal Rp 50 juta.

”Jadi, kami intens mengawasi pendistribusiannya,” jelas Sigit saat dihubungi, Senin (29/4).

Pengawasan itu, kata Sigit, bertujuan untuk mengantisipasi kelangkaan. Juga agar penyaluran tabung gas berwarna hijau di tingkat pangkalan itu tepat sasaran.

”Total ada 702 pangkalan,” sebutnya.

Menurutnya, harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500. Namun, pengecer di lapangan faktanya membanderol di atas HET. Jadi, Sigit menyarankan agar masyarakat membeli langsung di pangkalan.

”Karena harganya sesuai dengan HET,” ungkapnya.

Terkait pelaku UMKM dengan modal Rp 50 juta yang membeli tabung gas bersubsidi, Sigit menegaskan ada ketentuannya. Pelaku UMKM, seperti pemilik warung kuliner, boleh membeli maksimal enam tabung. Kendati begitu, Sigit tak menampik ada beberapa pelanggaran. Beberapa warung kuliner membeli di atas batasan maksimal.

”Ada sejumlah rumah makan kami tegur karena melanggar aturan,” bebernya.

Sujanto, seorang warga mengakui harga tabung gas melon di pengecer jauh lebih mahal. Rata-rata di atas Rp 16 ribu per tabung. (gun/zam/zl)

Gunungkidul