GUNUNGKIDUL – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY mengembangkan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP). Diprioritaskan di PPP Sadeng, Songbanyu, Girisubo, Gunungkidul.

Produksi perikanan tangkap kian meningkat. DKP DIY akan mengoperasikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) higienis dan cold storage di PPP Sadeng.

Data DKP DIY, selama 2018, produksi ikan tangkap di PPP Sadeng mencapai 2990,104 ton. Nilai produksinya sebesar Rp 56,8 miliar.

“Dari awal Januari sampai April 2019, rata-rata jumlah tangkapan 750 ton. Sebagian besar ikan tangkapan dipasarkan ke luar provinsi. Antara lain, tuna, cakalang, dan layur,“ ujar Kasi Tata Kelola Pelabuhan di PPP Sadeng, Sarino SP MM.

Dikatakan, TPI Higienis di PPP Sadeng dapat menampung ikan sebanyak delapan ton. Adanya TPI higienis tersebut mendukung produksi perikanan tangkap di PPP Sadeng.

“Kondisi tempat pelelangan dulunya sempit. Sekarang luas, jadi semua ikan bisa masuk. TPI sudah disterilkan,” kata Sarino.

Kepala DKP DIY, Ir Bayu Mukti Sasongko MSi mengatakan, cold storage di Sadeng memiliki kapasitas 30 ton. Berfungsi menjaga mutu ikan agar terjaga baik.

“Ikan segar tangkapan nelayan dipilah dan ditimbang di TPI higienis. Lalu dibekukan dan disimpan dalam cold storage. Ikan dapat dipasarkan ke luar provinsi, bahkan dapat diekspor dalam keadaan beku menggunakan truk ber-refrigerasi. Lebih efisien, karena tidak menggunakan es batu,’’ kata Bayu.

Dikatakan, keberadaan TPI maupun cold storage diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan pelabuhan kepada nelayan dan masyarakat. Meningkatkan pendapatan nelayan. Menjaga mutu ikan. (*/a1/iwa/er)

Gunungkidul