GUNUNGKIDUL – Proses penghitungan surat suara masih dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo. Beberapa kasus mewarnai proses tersebut.

Di Gunungkidul, ada pasien RSUD Wonosari tidak bisa mencoblos. Ada juga perusakan surat suara. KPU Gunungkidul mengaku persoalan tersebut bisa ditangani.

“Secara umum, Pemilu 2019 di Gunungkidul kondusif,” kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, Jumat (19/4).

Berkaitan keluhan pasien tidak bisa mencoblos, KPU setempat sudah menyampaikan kepada pihak rumah sakit, tidak ada pemungutan suara keliling. “Kami hanya melaksanakan sesuai regulasi. Insyaallah tidak ada PSU (pemungutan suara ulang),” ujar Hani.

KPU tengah melakukan input data hasil pemungutan suara melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Menerjunkan 65 tenaga entry data.

Hingga kemarin masih berlangsung. “Target kami, input data Situng pekan depan selesai,” kata Hani.

Komisioner Bidang Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antar Lembaga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Rosita mengatakan, pihaknya tengah membahas temuan kasus selama proses pemungutan suara.

“Ada surat suara tercampur, surat suara kurang, dan kelebihan. Kurang siapnya petugas KPPS, tidak adanya fasilitas pemungutan suara di RSUD Wonosari, dan perusakan surat suara,” kata Rosita.

Sementara itu di Bantul, Komisioner Bidang Data dan Informasi, KPU Bantul, Arif Widayanto mengatakan coblosan ulang digelar jika petugas TPS tidak melakukan prosedur pemungutan suara sesuai regulasi. Contohnya, petugas melakukan kesalahan pembukaan dan penghitungan surat suara.

Arif mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian. Apakah perlu pemungutan suara ulang atau tidak. “Biasanya akan ada pengajuan dari petugas,” ungkap Arif.

PSU bisa dilakukan hingga sepuluh hari setelah pencoblosan. Atau pada tanggal 27 April 2019. Hal tersebut tegantung laporan petugas. Hingga kemarin, belum ada laporan petugas TPS terkait pengajuan PSU.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo mengidentifikasi temuan. Yakni berupa kesalahan prosedur Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Dua TPS berpotensi digelar coblosan ulang karena kesalahan prosedur pemungutan suara. Yakni TPS 31 Kelurahan/Kecamatan Wates dan TPS 2 Margosari, Kecamatan Pengasih.

Ketua/Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kulonprogo, Ria Harlinawati mengatakan, di TPS 31 Wates, terdapat dua pemilih menggunakan e-KTP Papua. Keduanya tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Keduanya diberi hak pilih oleh KPPS. Yakni dengan memberikan satu surat suara Presiden dan Wakil Presiden.

Sementara di TPS 2 Margosari Pengasih terdapat tiga orang pemilih DPTb yang seharusnya hanya mendapatkan empat surat suara, tapi oleh KPPS diberi lima surat suara.

“Kami terus mengawal proses Pemilu 2019. Terkait potensi kurangnya surat suara di beberapa TPS di Kulonprogo pada saat pemungutan suara bisa terpenuhi dengan mengambil surat suara di TPS lain,” kata Ria.

Ketua Panwaslu Wates, Aris Triyana mengatakan, di TPS 21 (Eks Pedukuhan Durungan, Kecamatan Wates) petugas KPPS dan saksi menemukan 12 lembar surat suara Pemilu 2019 untuk Calon DPRD DIJ tertukar dengan daerah pemilihan (Dapil). Yakni Dapil 1 Kota Jogjakarta.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Panwaslu Kecamatan Wates. Hasilnya, surat suara yang tertukar tetap dihitung. Surat suara yang sah dimasukkan kolom partai politik di form hasil penghitungan suara,” katanya.

Caleg DPRD DIJ Dapil IV Kulonprogo, Novida Kartika Hadhi menyayangkan peristiwa tertukarnya surat suara. Terlebih TPS 21 Durungan merupakan lumbung suara bagi dirinya.

“Memang saya yang dirugikan karena tempat (TPS 21) basis suara saya. Tapi tidak apa-apa, semoga ini dievaluasi,” ujarnya.

Komisioner KPU Kulonprogo, Tri Mulatsih menyatakan, pihaknya belum menerima surat rekomendasi Bawaslu terkait pengulangan coblosan di dua TPS.

“Kami masih menunggu rekomendasi Bawaslu. Saat ini masih tahap rekapitulasi tingkat kecamatan,” kata Mulatsih.

Rekapitulasi suara sudah berlangsung di 10 kecamatan. Yakni Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Nanggulan, Sentolo, Kokap, Temon, Panjatan, Lendah dan Galur. (gun/cr5/tom/iwa/er)

Gunungkidul