GUNUNGKIDUL – Dampak badai Savanah seminggu lalu ternyata cukup serius. Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Gunungkidul memastikan status tanggap darurat bencana diperpanjang selama 14 hari ke depan. Pertimbangannya karena adanya dampak susulan dari musibah yang datang.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, ada rapat koordinasi berkaitan dengan kebencanaan. Hasil dari rapat diputuskan bahwa masa tanggap darurat bencana diperpanjang selama 14 hari terhitung mulai Kamis (28/3).”Dengan perpanjangan ini diharapkan upaya pemulihan pasca- bencana berjalan dengan optimal,” kata Edy Basuki.

Dikatakan, situasi dan kondisi sekarang berangsur membaik. Namun demikian, upaya pemulihan akan terus dilakukan khususnya menyangkut kerusakan infrastruktur. Mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) ini melanjutkan, mengenai total nilai kerugian belum dapat disampaikan karena masih menunggu laporan resmi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Dengan perpanjangan tanggap bencana, BPBD akan memanfaatkan alokasi belanja tidak terduga milik pemkab untuk program pemulihan,” ungkapnya.

Dikatakannya, total selama Maret ada dua bencana. Untuk dana pemulihan dari BTT masih dihitung berapa yang akan diambil. Kemungkinan dari alokasi Rp 3 miliar, akan diambil sekitar Rp 1 miliar,” ucapnya. Menurutnya, kewaspadaan masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalisasi jatuhnya korban maupun menekan kerusakan. Untuk kepentingan ini pihaknya terus menyosialisasikan tanggap bencana kepada warga. “Ada sejumlah wilayah masuk kategori zona merah. Mulai dari Kecamatan Gedangsari, Patuk, Nglipar, Ngawen, dan Ponjong, Semin, Purwosari, Tanjungsari, dan Semanu,” ujarnya.

Dikatakannya, memang masih ada warga yang tempat tinggalnya di daerah rawan longsor. Oleh sebab itu BPBD mengimbau agar mereka lebih waspadai saat hujan dalam intensitas tinggi. Setidaknya, bisa berpindah sementara waktu saat hujan berlangsung berjam-jam. “Khusus kerugian bencana tanah longsor beberapa minggu lalu mencapai kurang lebih Rp 2,9 milliar,” terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Gunungkidul, Eddy Praptono mengaku sudah memiliki data terkait dengan dampak bencana. Misalnya jalan (status) kabupaten yang rusak bisa langsung ditangani.
Sebelumnya diberitakan, dampak badai Savanah pada Minggu (17/3) mengakibatkan hujan deras memicu banjir di 39 titik. Selain itu, ada lima musibah lainnya seperti pohon tumbang hingga tanah longsor. Bencana juga mengakibatkan sejumlah kerusakan Pantai Ngrenehan, beberapa kapal hilang dan rusak karena diterjang air bah. Selain itu, banjir juga membuat talut Pantai Baron hancur.

Banjir juga merendam beberapa sekolah d Gunungkidul. Sekolah yang terendam air di antaranya, SMK Negeri 1 Tanjungsari, SMA Negeri Panggang. Selain itu, banjir juga terjadi di SMP Negeri 3 Saptosari, SMP Negeri 1 Tanjungsari, SMP Negeri 1 Purwosari, SMP Negeri 3 Semanu, SMP Negeri 3 Gedangsari, serta SD Petoyan 1 dan 2 di Purwosari. Semua sudah tertangani dan rencananya untuk SMP Negeri 3 Saptosari dipindah ke tempat aman. (gun/din/mg4)

Gunungkidul