GUNUNGKIDUL – Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) telah 100 persen. Namun jaringan internet dan listrik masih menjadi ancaman.

“Berdasarkan evaluasi UNBK tahun lalu, jaringan internet dan listrik menjadi masalah karena mengganggu kelancaran ujian,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, Senin(25/2).

Pihaknya sudah koordinasi dengan PLN. Sedangkan untuk jaringan internet, di masing-masing sekoah sudah ada programmer dan operator terlatih.

“Berkaitan dengan sarpras (sarana dan prasarana), telah dibagikan 788 komputer ke 95 SMP sederajat. Ada juga server jaringan untuk mendukung UNBK,” ujar Bahron.

Diakui, masih ada 27 SMP belum memiliki faslitas internet maupun server. Sehingga pada saat ujian harus numpang ke sekolah lain.

“Untuk kesiapan siswa, sebelum ujian berlangsung ada enam simulasi. Sejauh ini sudah terlaksana empat kali,” kata Bahron.

Dikatakan, simulasi penting karena membiasakan siswa dengan aplikasi. Juga untuk menyiapkan siswa secara materi, agar memperoleh hasil maksimal. UNBK SMP di Gunungkidul diikuti 9.752 siswa dari 142 SMP.

Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo mengatakan, anggaran yang disediakan untuk komputer dan server sebesar Rp 7,3 miliar. “Semua sudah siap. Tinggal mematangkan kesiapan mental dan materi kepada siswa,” kata Kisworo.

Kepala SMPN 1 Karangmojo, Suhartati mengaku sudah menyiapkan sarpras UNBK. “Kami menambah jam belajar melalui les. Juga dilakukan sistem belajar tutor sebaya,” kata Suhartati. (gun/iwa/mg2)

Gunungkidul