GUNUNGKIDUL – Diduga akibat tidak diterima putrinya diperlakukan kasar, Sumadi, 50, gelap mata. Warga Pedukuhan Bansar, Kepek, Wonosari ini nekat membacok menantunya. Akibatnya, si menantu bernama Davidson Fiki Ardian mengalami luka serius di bagian tangannya. Hingga harus menerima belasan jahitan.

Puncak konflik rumah tangga ini terjadi sekitar pukul 20.30 Selasa (7/8). Saat itu Davidson bertengkar hebat dengan istrinya. Saking parahnya, Davidson hingga berusaha keluar rumah. Aksi saling dorong sepasang suami istri ini pun tak terhindarkan. Sebab, si istri berusaha menghalangi suaminya agar tetap berada di rumah. Namun, aksi saling dorong ini berakibat istri Davidson jatuh ke lantai.

Rupanya, pertengkaran tersebut diketahui Sumadi. Tanpa berpikir panjang Sumadi langsung menarik tangan menantunya. Dia meminta agar dia menjauh dari istrinya. Seolah tak terima, Sumadi kemudian mengambil parang. Lalu mengarahkannya ke tangan menantunya.

Menurut Bhabinkamtibmas Polsek Wonosari Aipda Agung, sejumlah warga setempat kemudian berinisiatif melapor ke kepolisian. Sebagian membawa Davidson ke RSUD Wonosari.

”Pelaku sempat dibawa ke Mapolres Gunungkidul,” jelas Agung Rabu (8/8).
Kendati begitu, kata Agung, kasus ini tidak berlanjut. Pelaku maupun korban sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan.
“Mereka damai. Pelaku mengaku sangat menyesal dan dibuktikan dengan surat pernyataan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino menyebutkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gunungkidu masih tinggi. Pada 2016, misalnya, kepolsian menangani 28 kasus. Lalu pada 2017 sembilan kasus. Sementara, hingga semester satu tahun ini ada sebanyak 17 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
”Tapi tren kasus ini cenderung mengalami penurunan,” katanya. (gun/zam/mg1)

Gunungkidul