GUNUNGKIDUL – Warga Kecamatan Patuk, Gunungkidul dibuat resah dengan keberadaan monyet-monyet liar. Hewan ekor panjang itu menjarah lahan pertanian warga. Tanaman kacang tanah, jagung, hingga padi rusak. Petani gagal panen lantaran buah siap panen dijarah hewan jenis primata itu.
Serangan monyet terjadi sejak musim kemarau melanda Bumi Handayani.

Adapun beberapa padukuhan yang diserang kawanan monyet antara lain: Gedora, Nglegi, dan Batur di Desa Putat. Warga Batur Mugimin mengatakan, serangan monyet liar bukan kali pertama ini. Tapi selalu terjadi setiap musim kemarau. Apalagi kemarau panjang seperti sekarang. Hanya, serangan monyet liar kali ini di luar perkiraan warga karena datang lebih cepat. “Mungkin karena persediaan makanan sudah habis,” katanya Minggu (29/7).

Mugimin menduga, monyet liar datang dari puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, yang memang letaknya tak jauh dari Desa Putat. Kontur puncak Gunung Api Purba Nglanggeran yang berupa bebatuan sangat mungkin menjadikan tanaman di kawasan tersebut tak lagi produktif karena kekurangan air.

Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk mengusir monyet-monyet liar itu. Mulai ronda rutin setiap malam dan siang, hingga memasang jaring pengaman. Namun upaya tersebut tidak berhasil. Tak hanya menjarah sawah dan ladang, monyet-monyet liar bahkan mulai merangsek ke permukiman warga sejak beberapa hari terakhir ini. “Sekarang monyet-monyet itu banyak berada di seputaran Air Terjun Banyunibo,” ungkapnya.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan warga hanya dengan membiarkan lahan mereka. Untuk sementara waktu warga menunda menanami lahan pertanian supaya tak merugi lebih banyak lagi. Sedangkan tanaman yang sudah terlanjur ditanam di lahan dibiarkan begitu saja diamuk oleh monyet-monyet liar yang biasa turun gunung setiap pagi dan sore.

Terpisah, Dukuh Plumbungan, Putat Sulistya mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, di masa silam serangan monyet-monyet liar pernah sampai ke Plumbungan. Ya, itu lantaran jarak Plumbungan dan Batur memang tak begitu jauh. (gun/yog/fn)

Gunungkidul