GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul tahun ini menyiapkan anggaran Rp 2,37 miliar untuk pembangunan sirkuit balap motor. Namun anggaran sudah siap, lokasi lahan belum ada.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Eddy Praptono mengakui saat ini masih proses mencari lahan. Diperlukan kajian menetapkan lokasi pembangunan sirkuit balap motor.
“Kami masih proses mencari tanah dengan harga dijangkau sehingga anggaran mencukupi,” kata Eddy kemarin.
Dana yang disediakan masih berupa pagu. Sementara untuk nilai pasti masih menunggu kajian tim apraisal. Pengadaan tanah untuk pembangunan sirkuit motor hanya sebagian kecil dari program yang dimiliki Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.
“Tahun ini ada sejumlah pengadaan tanah untuk kegiatan lain seperti pembuatan jalur wisata Saptosari-Ngrenehan dan Kemadang-Pantai Sepanjang,” kata Eddy.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengapresiasi langkah pemkab membangun sirkuit balap motor. Artinya pemerintah merespons pengembangan olahraga.
“Gunungkidul banyak pembalap motor yang berprestasi di tingkat nasional sampai bertarung di kawasan Asia Tenggara,” kata Suharno.
Jika pembangunan sirkuit benar-benar diwujudkan maka pebalap motor tidak perlu ke luar daerah berlatih. “Gunungkidul belum memiliki sirkuit balap motor. Selama ini penyelenggara menggunakan badan jalan,” kata politisi PDIP ini.
Aktifis Jejaring Masyarakat Mandiri (Jerami) Gunungkidul Rino Caroko meminta pemkab mengkaji ulang pembangunan sirkuit tersebut. Sebab dukungan anggaran yang besar hendaknya melibatkan sejumlah elemen dalam hal pemantauan. (gun/iwa/mg1)

Gunungkidul