GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melakukan upaya menekan angka demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat hidup sehat. Langkah ini manjur karena kasus DBD alami penurunan.
Tahun ini tercatat 27 penderita DBD. Sedangkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya jumlah penderita DBD mencapai 155 kasus. Penurunan penyakit berbahaya tersebut tidak lepas dari meningkatnya partisipasi masyarakat memberantas sarang nyamuk (PSN).
Kepala Dinkes Gunungkidul Agus Prihastoro berharap penurunan kasus DBD bisa bertahan hingga tutup tahun. Sebab tahun lalu kasusnya cukup tinggi. Pada 2016 penderita DBD mencapai 1.170 orang dengan empat orang meninggal.
Angka tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding 2015 dengan penderita DBD 448 orang. Penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk aydes aygepty pada 2016 didominasi Kecamatan Wonosari. Kemudian disusul Karangmojo, Playen dan Paliyan.
“Penurunan penyakit DBD tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat yang telah aktif melakukan PSN,” kata Agus Prihastoro kemarin.
PSN berupa menguras tempat air, mengubur barang bekas, menutup penampungan air, dan memantau lingkungan. Kepedululian masyarakat yang meningkat dan saling mengingatkan menjaga lingkungan harus ditingkatkan.
“Fakor lain pemicu turunnya DBD karena pengaruh cuaca. Tingginya intensitas hujan mengakibatkan perkembangbiakan nyamuk terganggu,” ujar Agus.
Upaya lain agar DBD terus turun, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pembagian abate melalui puskesmas di masing-masing kecamatan. Namun untuk pengasapan, adalah alternatif terakhir.
“Karena kita tidak boleh sembarangan (melakukan pengasapan). Nyamuk bisa resisten terhadap obat, ini berbahaya. Pengasapan hanya bisa dilakukan setelah ada pemeriksaan petugas kesehatan,” kata Agus.
Salah seorang warga Wonosari Aditya sepakat menjaga lingkungan agar tetap bersih. Program gotong royong di kampungnya selalu diikuti sehingga DBD dapat diminimalisasi. “Warga sudah sadar kebersihan lingkungan,” kata Aditya. (gun/iwa/mg1)

Gunungkidul