RADARJOGJA.CO.ID –Pendapatan nelayan di Gunungkidul cukup besar. Di Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo misalnya, rata-rata penghasilan mereka dalam satu tahun mencapai puluhan miliar rupiah.

Kasi Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIJ Supanto mengatakan, potensi perikanan di Gunungkidul cukup. Dalam setahun, rata-rata nelayan mampu menghasilkan tak kurang lebih dari 1.500 ton. Jumlah tersebut termonitor dari pelabuhan Pantai Sadeng, Girisubo.

“Untuk 2015, hasil tangkapan nelayan di Pantai Sadeng mencapai 2.000 ton. Sementara pada 2016, nelayan mendapatkan ikan sebanyak 1.600 ton,” kata Supanto.

Diakui, jika dibanding 2015, penghasilan 2016 mengalami penurunan, karena dipengaruhi faktor cuaca. Meski begitu, dari segi harga justru terjadi peningkatan, karena harga ikan cukup signifikan. Untuk jenis ikan sendiri bermacam-macam. Mulai dari ikan tuna hingga ikan tongkol.

“Dengan mengambil rata-rata harga ikan Rp 10 ribu, hasilnya (dalam setahun) mencapai sekitar Rp 20 miliar,” tegasnya.

Menurut Supanto, berbagai faktor penyebab menurunnya hasil tangkapan para nelayan, di antaranya faktor cuaca dan banyaknya kapal mengalami kerusakan. Tentu saja beberapa faktor tersebut mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. “Beberapa kali perairan selatan DIJ kan, sering dilanda cuaca buruk,” ucapnya.

Meski penghasilan nelayan cukup menjanjikan, resikonya tinggi. Nelayan mengeluhkan sejumlah kendala berkaitan perizinan berlayar. Karenanya, DKP DIJ siap melakukan sosialisasi dan pendampingan pada nelayan untuk mendapatkan surat izin berlayar.

“Kami berharap, tahun ini tidak sering terjadi cuaca buruk di wilayah perairan Selatan DIJ,” ujarnya.

Ketua Kelompok Nelayan Sadeng Sarpan mengakui, belakangan aktivitas nelayan terhenti, karena faktor cuaca. Beberapa nelayan yang nekat melaut mengalami kerugian. Berangkat menggunakan kapal lebih dari 10 growston (GT) dengan modal besar, namun tidak balik modal. “Pemilik kapal minimal harus mengeluarkan puluhan juta, untuk sekali melaut. Waktu lalu dua kapal melaut dua hari hasilnya minim dihitung ruginya ada sekitar Rp 150 juta,” kata Sarpan.(gun/hes)

Gunungkidul