RADARJOGJA.CO.ID –Pemkab Gunungkidul berupaya memberiksan sosialisasi pada masyarakat terkait pertumbuhan penduduk. Namun, salah satu program keluarga berencana (KB) dengan kontrasepsi jenis vasektomi, ternyata tidak diminati.

Rendahnya minat vasektomi bukan dari pihak suami. Melainkan dari istri. Pihak istri khawatir, jika suaminya melakukan vasektomi, justru membuka peluang berselingkuh.

“Kekhawatiran ini banyak muncul, terutama para ibu-ibu saat kami melakukan sosialisasi di masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Gunungkidul Wijang Eka Aswarna, Selasa (7/2).

Menurut Wijang, aggapan miring itu harus diluruskan. Pihaknya terus mengedukasi masyarakat dan memberi pemahaman, bahwa kekhawatiran tersebut tak perlu dibesar-besarkan.

“Kami akui, ada kekhawatiran secara langsung berpengaruh pada keikutsertaan vasektomi oleh pria,” terangnya.

Pihaknya berupaya menggencarkan sosialisasi dan memberikan pemahaman pada warga. Dengan begitu, ibu-ibu tidak perlu khawatir, jika suaminya melakukan vasektomi. Selanjutnya, program tersebut justru mendapatkan dukungan penuh.”Dengan sosialisasi diharapkan jumlah peserta bertambah,” terangnya.

Sampai saat ini, sudah dilakukan upaya membentuk kelompok dalam masyarakat guna menjalankan program sosialisasi tersebut. Pemerintah terus melakukan sosialisasikan dengan tujuan jumlah bapak-bapak yang mau KB bertambah, di mana sasarannya berada di pelosok desa.

“Program ini penting karena tingkat pertumbuhan penduduk di Kabupaten Gunungkidul masih tinggi, sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk membantu pemerintah menekan angka pertumbuhan penduduk,” ucapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Gunungkidul Sujoko mengatakan, program KB tidak hanya sebatas menangani kontrasepsi. Namun lebih mengarah pada kesejahteraan keluarga.

“Jika program bisa terlaksana dengan baik, nanti bisa mendongkrak terbentuknya keluarga yang bahagia dan sejahtera,” kata Sujoko.(gun/hes)
 

Gunungkidul