SEMENTARA itu, warga Padukuhan Sawah Lor, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Gunungkidul saat ini tidak tenang. Tanah terbelah usai hujan yang terjadi di Sawah Lor masih menjadi tanda tanya.

“Untuk memastikan (fenomena tanah terbelah) kami akan minta bantuan ahli dari Provinsi DIJ. Kami juga mengizinkan akademisi melakukan penelitian,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budhi Harjo kemarin.

Dikatakan, fenomena tersebut masih menjadi misteri. Belum diketahui berapa kedalaman maupun luasan rongga di atas tanah.

“Namun jika melihat gejalanya, munculnya fenomena ini kemungkinan besar karena aliran air sungai bawah tanah. Terdengar suara gemericik aliran air dari dalam tanah,” ujar Budhi.

Kepada warga Budhi meminta agar berjaga-jaga supaya kerusakan tidak meluas. Sekarang area sekitar belahan tanah juga telah dipasangi garis polisi. Langkah demikian dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kades Banyusoco Sutiyono mengatakan fenomena alam tersebut membuat warga khawatir. Terlebih penduduk yang berada di sekitar lokasi. Kondisi ini diperparah dengan kedalaman lubang yang terus bertambah.

“Ini yang membuat warga was-was. Untuk itu, kami berharap agar segera ditangani,” kata Sutiyono.

Peristiwa tersebut diketahui sejak Kamis (3/2) pagi. Sebelumnya, Pemkab Gunungkidul melalui Wakil Bupati Immawan Wahyudi merespons bencana tersebut dengan datang ke lokasi. (gun/iwa/mg2)

Gunungkidul