RADARJOGJA.CO.ID –Upaya realisasi pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul terus dikebut. Saat ini, pemkab tengah melakukan upaya pembebasan lahan di Kecamatan Girisubo.

Camat Girisubo Sukamto mengatakan, pembebasan lahan di wilayahnya belum semua rampung. Dari enam desa lintasan JLLS, baru sebagian desa yang mulai dilakukan pembebasan lahan.

Ia meneruskan, enam desa yang dilalui JJLS, di antaranya Desa Jerukwudel, Tileng, Karangawen, Balong, dan Jepitu. Dari enam wilayah tersebut, baru Desa Jerukwudel yang selesai dilakukan penilaian oleh tim appraisal dari Pemprov DIJ. “Sementara itu, desa yang lain baru dilakukan uji publik oleh pemerintah,” ungkap Sukamto, Kamis (2/2).

Dalam uji publik, mayoritas warga menyatakan persetujuannya terhadap adanya pembangunan JLLS. Soal harga lahan, tergantung penilaian dari tim appraisal. Namun diakui, harga tanah yang berada di sekitar calon lokasi pembangunan menjadi naik berkali-kali lipat.

“Perlu kami sampaikan, tidak semua lintasan jalur JJLS dibeli pemerintah,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Agustus 2016, warga yang tinggal di jalur lintasan JJLS melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIJ, tim independen, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gunungkidul. Pada kesempatan tersebut, disampaikan wilayah terkena dampak proyek JJLS secara keseluruhan mencapai 239 bidang. Jumlah tersebut nominalnya mencapai Rp 91.729.402.240.(gun/hes)

Gunungkidul