Belum Tersentuh Jaminan Sosial, Butuh Kepedulian Semua Pihak

GUNUNGKIDUL – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul mencatat saat ini masih ada sekitar tiga ribu anak terlantar di Bumi Handayani yang belum memperoleh jaminan sosial. Ironisnya, anggaran yang disediakan pemerintah daerah tak mampu memenuhi kebutuhan mereka.

Kepala Dinsosnakertrans Dwi Warna mengakui alokasi dana pengentasan anak-anak terlantar sangat minim. Di sisi lain, penanganannya tak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Butuh campur tangan mitra swasta dan lembaga basis sosial untuk anak usia balita. Setidaknya untuk membentuk wadah taman anak sejahtera (TAS).

Menurutnya, saat ini baru terdapat 26 TAS di DIJ. Sebanyak 16 di antaranya berada di Gunungkidul. Kendati demikian, jumlah tersebut dianggap masih sangat kurang, mengingat besarnya jumlah anak terlantar.

“Gunungkidul butuh lebih banyak TAS agar penanganan anak terlantar lebih mudah,” ungkap Warna usai menyerahkan bantuan hibah bagi anak terlantar di TPA Masyithoh Syifaul Qulub, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari kemarin (12/10).

Sugiyanto, pendamping bantuan hibah anak terlantar mengatakan, jumlah anak terlantar bisa lebih banyak dari data yang ada saat ini. Menurutnya, masih ada beberapa anak yang belum masuk dalam usulan untuk memperoleh bantuan hibah. Pendataan dilakukan di setiap kecamatan. Data tersebut lantas diserahkan ke dinas sebagai bahan rekomendasi sebagai calon penerima bantuan. “Data ini kami perbarui setiap tahun,” katanya.

Dijelaskan, selain memberikan bantuan, pemerintah daerah selama ini berupaya mengentaskan anak terlantar melalui program keluarga harapan (PKH). “Bantuan diberikan tidak dalam tunai. Tapi berupa barang sesuai permintaan penerima. Nilainya Rp 1,1 juta diberikan bertahap dalam setahun,” ujarnya.

Kategori anak terlantar meliputi, yatim piatu dan anak-anak lain tanpa pengasuhan orang tua atau wali.

Sementara itu, Camat Gedangsari Setyawan mengungkapkan, di wilayahnya saja terdapat sekitar 300 anak terlantar yang belum menerima bantuan sosial. Mereka tersebar di seluruh desa. “Kami masih menunggu basis data terpadu. Yang belum masuk akan kami usulkan,” katanya.(gun/yog/mg1)

Gunungkidul