AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA
PEDULI : PT Jasa Raharja juga membuka pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dengan memanfaatkan Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) Jasa Raharja.

logo-jasa-raharja

GUNUNGKIDUL- PT Jasa Raharja menjamin asuransi semua penumpang angkutan umum, baik itu angkutan umum darat, laut, dan udara. Jaminan asuransi itu diberikan sesuai undang-undang. “Saat membeli tiket, otomatis penumpang membayar premi,” kata Staf Ahli PT Jasa Raharja DIJ Haryo Nugroho didampingi Pj Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung saat sosialisasi di Pendapa Kecamatan Saptodadi, Gunungkidul Selasa (26/4).

Premi yang dibayarkan nilainya berbeda-beda. Sebab, besaran santunan yang diterima penumpang ketika mengalami kecelakaan juga berbeda. Untuk korban luka-luka besaran santunan perawatan maksimal Rp 10 juta dan Rp 25 juta bagi penumpang yang meninggal dunia/cacat tetap.

Sedangkan biaya perawatan penumpang luka-luka bagi penumpang angkutan udara maksimal sebesar Rp 25 juta dan Rp 50 juta bagi penumpang yang meninggal dunia/cacat permanen. “Santunan tersebut sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah kepada penumpang angkutan umum,” terang Haryo.

Pj Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung menambahkan, prosedur pengajuan santunan, dan pembayaran biaya perawatan bagi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum semakin mudah dan cepat. Saat ini, manajemen Jasa Raharja lebih mengutamakan pelayanan jemput bola.

Sehingga, setiap mendapatkan informasi terjadi kecelakaan petugas Jasa Raharja langsung menghubungi kepolisian dan mendatangi rumah sakit dimana korban kecelakaan menjalani perawatan. Selanjutnya, petugas Jasa Raharja menerbitkan surat jaminan pembayaran biaya perawatan kepada rumah sakit. Sehingga, korban tidak perlu membayar biaya perawatan.

Sementara, santunan bagi korban yang meninggal dunia petugas Jasa Raharja langsung jemput bola ke rumah ahli waris korban. Petugas Jasa Raharja akan membantu ahli waris untuk melengkapi berkas persyaratan pengajuan santunan seperti laporan polisi (LP) dan identitas diri korban.

Bagi ahli waris yang belum memiliki rekening BRI tidak perlu khawatir. Sebab, Jasa Raharja telah bekerjasama dengan Bank BRI dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). “Nanti, rumah sakit yang akan menagihkan biaya perawatan pasien korban laka lantas kepada Jasa Raharja. Santunan dibayarkan hari itu juga melalui bank,” tambah Wahyu.‬ (mar/din)

Aman di Jalan